Iuran Naik, Pemkot Harus Bayar BPJS Kesehatan Rp120 Miliar

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Palembang dr Muhammad Fakhriza

Palembang, Sumselupdate.com-Untuk membayar iuran BPJS Kesehatan 107 ribu Peserta Bantuan Iuran (PBI), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang harus menyediakan anggaran APBD Rp120 miliar.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Palembang dr Muhammad Fakhriza mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Pemkot Palembang tentang anggaran yang harus disiapkan di 2021 untuk PBI. Tahun ini saja, Pemkot Palembang harus membayar iuran untuk PBI sekitar Rp44,5 miliar. Sebab, hingga Mei lalu saja yang dibayarkan sekitar Rp17 miliar.

Bacaan Lainnya

“Karena iuran PBI ada kenaikan dari Rp25.500 menjadi Rp35.000. Ditambah lagi ada kontribusi kepesertaan Rp2800. Maka yang harus dianggarkan 2021 untuk 107 ribu peserta Rp120 miliar,” katanya, Senin (31/8/2020).

Ia mengatakan, saat ini peserta BPJS Kesehatan Kota Palembang sudah Universal Health Coverage (UHC) 95,01 persen dari total jumlah penduduk Palembang sekitar 1,8 juta. Untuk mempertahankan UHC ini, selain kecukupan anggaran, jumlah peserta pun tidak boleh berkurang.

“Perjanjian kerja sama UHC di Palembang saat ini sudah dilakukan adendum yang berakhir 31 Agustus dan telah diperpanjang sampai 31 Desember,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah mengatakan, kesiapan anggaran untuk iuran BPJS Kesehatan tahun depan akan dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang.

“Karena diambil dari APBD maka kita harus koordinasikan dulu dengan BPKAD dan Dinsos untuk kepesertaannya karena peserta PBI itu merupakan masyarakat Palembang yang kurang mampu tapi dicover oleh pemkot,” tegasnya.

Salah seorang peserta PBI, Lena, Warga Kertapati mengatakan sejak 2016 iuran BPJS ditanggung oleh pemerintah. Ia bersama lima anggota keluarga lainnya termasuk suami, menjadi peserta kelas 3. Ia mengaku cukup terbantu sehingga jika pemerintah tidak lagi menanggung iuran maka tidak bisa lagi berobat gratis.

“Kami tidak bayar iuran, sudah dibayar pemerintah. Saya berharap bisa terus dilanjutkan karena jika bayar iuran sendiri ini sangat mahal,” katanya. (Iya).

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.