Iran Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS, Klaim Siap Hadapi Invasi Darat

Writer: - Sabtu, 7 Maret 2026
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menghadiri sebuah konferensi pers gabungan di Teheran, Iran, pada 18 Januari 2026. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat (AS) maupun Israel, serta tidak melihat alasan untuk kembali bernegosiasi dengan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan saluran televisi Amerika Serikat, NBC News, yang ditayangkan pada Kamis (5/3).

Read More

“Kami tidak meminta gencatan senjata, dan kami tidak melihat alasan mengapa kami harus bernegosiasi dengan AS. Kami sudah dua kali bernegosiasi dengan mereka, dan setiap kali mereka menyerang kami di tengah proses negosiasi tersebut,” ujar Araghchi.

Ia juga menanggapi kemungkinan invasi darat oleh AS ke wilayah Iran. Menurutnya, Iran siap menghadapi skenario tersebut.

“Kami menunggu mereka karena kami yakin dapat menghadapi mereka, dan hal itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” katanya.

Araghchi menambahkan bahwa Iran telah sepenuhnya siap menghadapi konflik yang sedang berlangsung, termasuk kemungkinan terburuk seperti invasi darat. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Sementara itu, Iran juga mengklaim bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) telah menargetkan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln menggunakan drone di Teluk Oman, sekitar 340 kilometer di luar perairan teritorial Iran.

Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran menyatakan kepada stasiun televisi pemerintah IRIB TV bahwa setelah serangan drone tersebut, kapal induk USS Abraham Lincoln bersama kapal perusaknya segera menjauh dari wilayah tersebut. Saat ini, kapal-kapal tersebut disebut berada pada jarak lebih dari 1.000 kilometer dari kawasan itu.

Perkembangan ini terjadi setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beberapa anggota keluarganya, sejumlah komandan militer tinggi Iran, serta warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan aset-aset militer Israel dan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts