Ilmuwan Australia Diminta Bikin Vaksin Virus Corona

Ilustrasi vaksin Foto: Shutterstock

Australia, Sumselupdate – Pengembangan vaksin untuk virus yang disinyalir berasal dari hewan liar itu tengah dilakukan oleh para peneliti National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat. Selain NIH, tim ilmuwan dari Universitas of Quensland (UQ), Australia, juga ditunjuk oleh Koalisi untuk Kesiapsiagaan dan Inovasi Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI) untuk mengembangkan vaksin virus corona dengan teknologi biomedis mutakhir.

Dengan platform vaksin penjepit molekuler yang dimiliki UQ, pengembangan vaksin dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya bakal segera terwujud. Paul Young, selaku Dekan Fakultas Kimia dan Biosains Molekul di UQ mengklaim, universitasnya memiliki teknologi yang mampu menciptakan vaksin hanya dalam waktu enam bulan.

Bacaan Lainnya

Pihaknya berharap bisa berhasil mengembangkan vaksin selama enam bulan ke depan, yang dapat digunakan untuk menanggulangi wabah (virus corona) dan akan didistribusikan kepada responden pertama untuk membantu mengendalikan penyebaran virus ke seluruh dunia

CEPI mengawali kerja samanya dengan UQ sejak awal 2020 Januari lalu. Tak tanggung-tanggung, demi pengembangan vaksin corona virus yang ditargetkan bakal rampung secepat mungkin, CEPI telah menggelontorkan dana senilai 15,4 juta dollar Australia atau sekitar Rp 140 miliar.

Richard menegaskan, tak ada jaminan upaya CEPI untuk mengembangkan vaksin corona virus dalam tempo singkat bakal berhasil. Namun, dirinya tetap optimistis apa yang tengah diperjuangkan pihaknya bisa menjadi angin segar untuk mengatasi penyebaran virus corona di masa depan. (rns)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.