Hiburan Malam Hingga Subuh Masih Ditemukan di PALI

Ilustrasi organ tunggal

PALI, Sumselupdate.com – Masih sering ditemukannya hiburan malam hingga subuh di kabupaten PALI, mendapat sorotan dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten PALI, DR Kyai Erlin Susri.

Karena, pelaksanaan hiburan malam yang lewat pukul 24.00 WIB, jelas melanggar Peraturan Bupati PALI Nomor 44 tahun 2018.

Read More

“Mengamati kegiatan masyarakat baru-baru ini, di beberapa tempat dalam di kabupaten PALI, terkhusus kegiatan hiburan malam, masih banyak dan semakin semarak. Kegiatan tersebut jelas menabrak Perbub, bahwa dalam Perbub Bab IV pasal 5 dilarang mengadakan kegiatan hiburan yang menggunakan alat musik dari pukul 24.00 WIB sampai pagi,” terang ketua PCNU PALI, Senin (13/9/2022).

Kenyataannya, sambung Kyai Erlin Susri masih banyak pelanggaran yang terjadi. Hal itu dinilai oleh dirinya kurangnya pengawasan.

“Artinya pengawasan kegiatan seperti ini oleh pihak kepolisian dan pihak terkait sampai ke pemerintah desa tidak berjalan maksimal seperti yang dituangkan pada Perbub tersebut pada bagian pengawasan,” tambahnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten PALI lebih serius menerapkan aturan tersebut.

“Harapan kami, kepada pemerintah kabupaten PALI agar lebih seriuslah dalam menerapkan aturan tersebut jangan sampai bias. Sebab ini apabila diabaikan maka akan bertolak belakang dengan Sebutan kabupaten PALI SERASI NIAN,” ujarnya menambahkan.

“Ayo kita bersama berjuang maksimal menekan angka kriminal disebabkan peluang penyebabnya lebih besar, dengan lalainya kita mengawasi dan menerapkan perbub tersebut. Karena hiburan malam yang melewati pukul 24.00 WIB, rentan disalahgunakan dan menjadi peluang besar menyebarnya narkoba, judi, miras, pergaulan bebas dan kenakalan remaja,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten PALI, Harun akan menindak lanjuti laporan masyarakat terkait masih ditemukannya hiburan dengan menggunakan alat musik hingga subuh.

Dikatakannya, sesuai dengan Perbub nomor 44 tahun 2018, jelas dikatakan bahwa hiburan dengan menggunakan alat musik dilarang mengandung unsur remix.

“Kemudian batas main jam 12 malam. Oleh karena itu, terkait laporan masyarakat tersebut InsyaAllah akan kita tindak lanjuti,” ucapnya singkat. (ans)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.