Hendak Edarkan Sabu 6 Kilogram di Palembang, Pasutri Asal Aceh Dibekuk Polisi

Pasangan suami istri Asman dan Astuti saat diamankan di Mapolda Sumsel

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Jajaran Polda Sumsel meringkus pasangan suami-isfri Asman Syamsudin (37) dan Astuti (35), warga asal Aceh Timur, karena kedapatan membawa enam paket sabu berbungkus plastik teh, Senin (14/9/2020) pukuk 22.47wib di Perbatasan Jambi dan Bayung Lincir.

Bacaan Lainnya

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Hery Istu mengatakan, enam paket sabu yang dibawah pasangan suami-iatri ini diduga akan didistribusikan di wikayah Palembang.

“Enam paket sabu yang dibungkus dalam kemasan teh china Guangwang seberat 6.000 gram akan masuk ke Palembang daerah Makrayu, Ilir Barat II, ” ujarnya kepada Sumselupdate.com, Selasa (15/9/20202).

Press release penangkapan pasutri yang mencoba menyelundupkan narkoba ke Palembang

Namun tim sudah mengintainya saat masuk ke Sumsel dan barulah di Bayung Lincir Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Banyuasin, kedua pelaku yang menggunakan mobil Fortuner ini diringkus olwh petugas.

Enam paket sabu tersebut, ungkapnya disimpan di pintu tengah mobil.

Hery Istu mengungkap, para pelaku mengaku sudah dua kali mengedarkan sabu ke Palembang. Namun aksi keduanya gagal setelah dihentikan oleh Polisi. Keduanya pun memgaku diupah senilai Rp25 juta untuk meloloskan barang haram tersebut.

Kombes Pol Hery Istu mengungkapkan berhasil mengungkapkan pasangan ini setelah melakukan penyelidikan selama seminggu.

Dirinya melanjutkan, sabu seberat 6000 gram yang diamankan tersebut merupakan sabu terbaik yang pernah masuk ke Sumsel dengan bertulisan ‘Very Good’.

Kombes Pol Hery Istu mengungkapkan bedanya dengan sabu yang biasanya beredar ialah dari kualitasnya. “Kalau bagus sabu itu naik ke permukaan saat dimasukkan ke air,”katanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Hery Istu menunjukkan barang bukti

Dari kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti lainnya berupa enam unit Hp, satu Toyota fortuner, satu unit mobil Honda BRV.

Pasal yang disangkakan kepada kedua pelaku yakni pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun atau maksimal hukuman mati.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.