Jakarta, Sumselupdate.com – Saat masyarakat dunia marah dengan keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, kini Indonesia justru dihebohkan dengan beredarnya sebuah buku pelajaran sekolah yang menulis Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Seperti yang ramai beredar di media sosial beberapa hari terakhir, buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang menuliskan Yerusalem sebagai ibukota Israel itu diterbitkan oleh Intan Pariwara dan juga Yudistira Hal. 64.
Ironisnya, buku itu sudah disahkan oleh Kemendikbud sejak tahun 2009 silam. Hal ini terungkap melalui sebuah informasi yang disampaikan oleh KH. Nu’man, seorang Dosen Al Musadaddiyah, Garut, secara tertulis dan diterima oleh Panjimas, Senin (11/12/2017).
“Sebenarnya kita ngak usah kaget, karena justru sejak Tahun 2009 (8 tahun lalu) Pemerintah RI melalui Kemendikbud sudah menyampaikan itu dan tak mustahil pula Kemenag (Kementrian Agama) sudah juga secara resmi mengakui pula bahwa Ibu Kota Israel adalah Yerussalem,” kata KH. Nu’man.
Terkait hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan sudah menarik buku tersebut dari situs Kemendikbud. Dia mengatakan ada ketidakcermatan hingga e-book tersebut diunggah.
“Buku tersebut sejak pagi ini sudah dihapus dalam daftar BSE Kemendikbud,” kata Muhadjir lewat pesan singkat, Selasa (12/12/2017), demikian dilansir detik.com.
“Itu sebuah kekhilafan yang memalukan. Menurut Kapuskurbuk (Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan) buku tersebut masuk BSE tahun 2008. Ada ketidakcermatan Tim Penilai Buku dalam menetapkan buku tersebut sebelum diunggah ke laman BSE Kemendikbud,” ujarnya. (shn)











