Hasil Rekonstruksi : Junaidi Ditusuk Setelah Terlibat Cekcok Mulut

Senin, 10 Agustus 2020
KASUS PEMBUNUHAN-Rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Junaidi (66), warga Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati, Palembang, Senin (10/8/2020).

Laporan : Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com-Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel kembali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Junaidi (66), warga Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati, Palembang, Selasa (7/7/2020) sekitar pukul 18.10 WIB.

Read More

Bertempat di Lapangan Tembak Polda Sumsel, Senin (10/8/2020), reka ulang adegan tersebut dilakukan sebanyak 14 adegan yang diperankan langsung oleh pelaku Heriyadi alias Dedy (36) bersama tiga saksi yang menyaksikan dan mengetahui peristiwa tersebut. Ketiga saksi tersebut adalah Hartati adik ipar korban, sPanti Oktarina yang mendengar niat pelaku, serta saksi Ningmas Juliana, anak pertama korban.

Pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan Junaidi.

 

Dalam rekonstruksi yang digelar, terungkap bahwa pelaku dan korban sempat terjadi cekcok mulut yang kemudian pelaku menusuk perut korban menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis pisau.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi didampingi Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan, sebelum terjadinya penusukan antara pelaku dan korban sempat terjadi cekcok mulut yang kemudian pelaku menusuk korban.

“Di adegan kelima yang kita gelar, korban tanpa bisa melakukan perlawanan, pelaku terus menyerang dan menusuk korban, hingga korban lari ke belakang dan terjatuh. Di saat posisi terkapar terlentang, pelaku kembali menghujani korban dengan pisau,” ujar Kompol Suryadi, Senin (10/8/2020).

Salah satu adegan saat tersangka Heriyadi menusuk korban Junaidi.

 

Saksi Hartati menyaksikan perbuatan keji pelaku dan dalam rekonstruksi yang digelar ternyata saksi Hartati sempat meminta pelaku untuk berhenti tapi pelaku terus saja menusuk korban.

Pada adegan ketujuh, usai korban tidak berdaya, pelaku keluar meninggalkan korban. Lalu adegan terakhir 14, warga mengangkat jasad korban, selanjutnya jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk divisum.

“Rekonstruksi yang kita gelar ini untuk melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke kejaksaan, dan untuk mengetahui secara detail kejadian tersebut,” tuturnya.

Dari pantauan, pelaku Heriyadi yang keseharianya sebagai buruh serabutan tersebut, hanya terdiam tidak banyak bersuara baik dalam rekonstruksi maupun usai rekonstruksi. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts