PALI, Sumselupdate.com – Dalam dua pekan terakhir harga karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai merangkak naik, yang biasa bertahan diangka Rp6.000/kg, minggu ini sudah hampir menembus angka Rp8.000/kg.
Seperti di Pasar Getah Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi yang digelar setiap Kamis, harga getah mingguan di pasar tersebut bervariasi, dari Rp7.600-Rp7.900/kg.
Kondisi ini pun membuat sebagaian petani sumringah, karena secercah harapan akan membaiknya perekonomian mereka sudah diambang mata.
“Alhamdulillah naik sudah dua minggu ini, kami tidak minta harga tinggi seperti 2011 lalu yang mencapai Rp25.000/kg. Tapi kami ingin harga karet bertahan di Rp10.000/kg saja sudah mampu menutupi kebutuhan hidup kami,” ujar Ansori, salah satu petani karet asal Talang Ubi, Kamis (21/3/2019).
Keadaan harga getah saat ini, tidak serta merta membuat warga senang. Banyak juga warga yang merasa pesimis harga getah akan terus naik.
“Biasanya kalau mau Pemilu atau Pilkada harga getah naik sedikit untuk mendulang suara, tapi sudah Pemilu akan kembali semula. Jadi kami tidak yakin ini akan terus naik atau bisa bertahan lama,” ujar Herman, petani lainnya.
Untuk itu dirinya meminta pemerintah untuk serius dalam mengupayakan peningkatan harga getah sesungguhnya, bukan hanya pencitraan.
“Seperti mendirikan pabrik getah yang langsung mengeolahnya menjadi bahan jadi, langkah itu bisa juga sebagai upaya peningkatan harga getah ditingkat petani. Karena di Sumsel khususnya di PALI, lebih dari 70 persen, warganya bergantung pada hasil tanaman karet, jadi kalau harga karet tinggi, secara otomatis kesejahteraan pun akan dirasakan masyarakat,” pintanya. (adj)











