Palembang, Sumselupdate.com – Harga emas perhiasan di Palembang pada Selasa (3/2/2026) mengalami penurunan tajam. Saat ini, harga emas perhiasan berada di kisaran Rp15,6 juta per suku atau setara 6,7 gram, turun signifikan dibandingkan pekan lalu yang sempat mendekati Rp18 juta per suku.
Pantauan Sumselupdate.com di sejumlah toko emas di Jalan Rustam Effendi, kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, menunjukkan penurunan harga terjadi pada emas perhiasan dengan kadar 22 karat (92 persen) hingga 24 karat (99,9 persen).
Penurunan harga emas perhiasan di Palembang dipengaruhi merosotnya harga emas dunia. Dampaknya, pergerakan harga emas lokal mengalami penurunan hingga sekitar Rp2 jutaan per suku dalam sepekan terakhir.
Diketahui, pada akhir Januari 2026 harga emas perhiasan sempat menembus Rp17,9 juta per suku. Namun seiring pelemahan harga global, harga terbaru emas perhiasan kini turun menjadi Rp15,6 juta per suku, atau mengalami penurunan sekitar Rp2,3 juta.
Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Soekanto Sairuki menjelaskan, fluktuasi dan kestabilan harga emas perhiasan sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar. Menurutnya, saat harga emas turun setelah sempat melonjak, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan sebagai momentum ambil untung atau profit taking.
“Harga emas naik ketika permintaan tinggi, begitu pula sebaliknya. Meski harga emas turun, kondisi ekonomi daerah tetap berpotensi terdampak inflasi global,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, menilai penurunan harga emas setelah kenaikan signifikan disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang belum stabil.
“Ekonomi global saat ini tidak memiliki kepastian, sehingga pergerakan harga emas juga sulit diprediksi,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatra Selatan Bambang Pramono menyampaikan, kenaikan harga emas yang terjadi secara konsisten dapat memengaruhi inflasi inti atau core inflation di daerah.
“Emas merupakan instrumen investasi. Ketika harga emas naik, masyarakat cenderung mengalihkan investasinya ke emas,” ujarnya.
(**)











