Jakarta, Sumselupdate.com – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Harga emas ukuran satu gram kini dibanderol Rp 2.549.000.
Harga tersebut naik Rp 34.000 dibandingkan perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau beli kembali emas Antam yang kini berada di level Rp 2.405.000 per gram, atau naik Rp 34.000 dari hari sebelumnya.
Dikutip dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut daftar harga emas Antam hari ini:
Emas 0,5 gram Rp 1.324.500
Emas 1 gram Rp 2.549.000
Emas 2 gram Rp 5.038.000
Emas 3 gram Rp 7.532.000
Emas 5 gram Rp 12.520.000
Emas 10 gram Rp 24.965.000
Emas 25 gram Rp 62.237.000
Emas 50 gram Rp 124.595.000
Emas 100 gram Rp 249.112.000
Emas 250 gram Rp 622.515.000
Emas 500 gram Rp 1.244.820.000
Emas 1.000 gram Rp 2.489.600.000
Perlu diketahui, harga emas tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, sesuai ketentuan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Sementara itu, harga emas dunia juga menunjukkan tren penguatan. Pada perdagangan awal pekan ini, emas berdenominasi dolar Amerika Serikat tercatat naik ke kisaran USD 4.440 per troy ounce pada awal sesi Asia, Selasa.
Mengutip laporan FXStreet, penguatan ini membawa harga emas atau XAU/USD menyentuh level tertinggi dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan aset aman di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Venezuela.
Situasi geopolitik memanas setelah adanya operasi militer Amerika Serikat di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya pada Sabtu lalu. Maduro pada Senin menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkoba yang diajukan oleh Amerika Serikat.
“Meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global kembali mendorong minat investor terhadap aset safe haven tradisional seperti emas,” tulis FXStreet.
Pedagang logam mulia Heraeus Metals Jerman, Alexander Zumpfe, menilai lonjakan harga emas tidak hanya dipicu isu Venezuela, tetapi juga kekhawatiran global yang lebih luas.
“Ketegangan geopolitik, pasokan energi, serta arah kebijakan moneter global turut memperkuat permintaan emas,” ujarnya.
Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral Amerika Serikat juga menopang pergerakan harga emas. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan sebagian pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga seiring meredanya tekanan inflasi.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis pada Jumat mendatang. Ekonomi AS diperkirakan menambah sekitar 55.000 lapangan kerja pada Desember, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan turun menjadi 4,5 persen.
(**)











