Gaza, Sumselupdate.com – Hamas pada Kamis (15/5/2026) menyerukan pertemuan langsung dengan Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah) guna membahas strategi nasional bersama menyusul berlangsungnya konferensi umum kedelapan Fatah.
Seruan tersebut disampaikan Kepala Kantor Hubungan Nasional Hamas sekaligus anggota biro politik Hamas, Hossam Badran, dalam pernyataan resminya.
Menurut Badran, konferensi Fatah menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan internal Palestina sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai rencana Israel terhadap Palestina.
“Sudah saatnya kita mengatasi perbedaan pendapat serta dampak masa lalu dan fokus pada masa kini maupun masa depan berdasarkan kemitraan nasional dan tanggung jawab bersama,” ujar Badran.
Ia menuding Israel tengah berupaya “melenyapkan perjuangan Palestina” dengan memanfaatkan situasi internasional dan regional saat ini.
Karena itu, Hamas meminta kepemimpinan Fatah segera menggelar pertemuan langsung setelah konferensi selesai guna menyepakati strategi nasional Palestina dalam menghadapi situasi yang disebut semakin sensitif.
Badran juga menegaskan perlunya langkah politik dan tindakan nyata yang sebanding dengan pengorbanan rakyat Palestina selama konflik berlangsung.
Konferensi umum kedelapan Fatah resmi dibuka pada Kamis di Ramallah, Tepi Barat, dengan sesi tambahan digelar di Gaza, Kairo, dan Beirut. Agenda tiga hari tersebut dijadwalkan memilih anggota Komite Sentral dan Dewan Revolusioner, dua badan kepemimpinan tertinggi Fatah.
Pada hari pertama konferensi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali terpilih sebagai pemimpin Fatah, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Fatah merupakan faksi terbesar dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan selama ini mendominasi pemerintahan Otoritas Palestina di Tepi Barat. Sementara itu, Hamas menguasai Jalur Gaza sejak 2007 setelah konflik politik berkepanjangan antara kedua kelompok.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hamas dan Fatah telah menjalani sejumlah putaran perundingan di Beijing dan Kairo untuk membahas rekonsiliasi internal Palestina serta pengaturan pascaperang di Gaza.
(**)











