Gus Muhaimin: NTT Contoh Simbol Persatuan dan Keberagaman

Anggota DPR RI Muhaimin Iskandar saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan.

Manggarai Barat, sumselupdate.com – Semangat kebersamaan, kebangsaan, dan semangat untuk  maju  membangun kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini terus tumbuh dari waktu ke waktu. Salah satu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menyebutkan,  NTT salah satu contoh daerah di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan menjadi simbol persatuan.

Bacaan Lainnya

”Saya sangat senang, saudara-saudara di NTT ini terus merajut kekeluargaan, kebersamaan demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Semoga kita terus konsistem untuk berkontribusi menjaga persatuan di NTT,” ujar Gus Muhaimin dalam Dialog Kebangsaan bertajuk ”Peran Agama dan Legislatif dalam Membangun Karakter dan Kesejahteraan Bangsa” yang digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (5/12/2021).

Menurut Gus Muhaimin, dalam 10 tahun terakhir Reformasi, pendewasaan dan penguatan cara pandang wawasan kebangsaan yang lebih inklusif dan pluralis tumbuh dengan baik. Moderasi kehidupan beragama secara partisipatoris juga terus berkembang. Dialog antaragama dan kebersamaan di dalam kesadaran beragama menjadi lebih baik.

”Hal ini sangat baik karena kalau Gus Dur menyatakan, semakin dalam ilmu agama yang dimiliki maka semakin toleran. Semakin dangkal agama seseorang maka semakin intoleran,” kata Gus Muhaimin.

Di sisi lain, sejak era Reformasi 1998, terjadi dinamika kebebasan yang luar biasa. Orang bisa menyampaikan ide, gagasan, dan ideologi dengan sangat bebas. Sehingga dalam 15 tahun pertama reformasi, terbongkar semua keadaan dengan sangat nyata, terutama di media sosial.

”Yang radikal kelihatan, fundamentalis kelihatan, yang teroris pun kelihatan. 10 tahun awal reformasi, puncaknya 2000-an, produksi ajaran kampanye kekerasan berbasis agama terproduksi sangat masif,” katanya.

“Indonesia yang sangat terbuka membuat semua ajaran mudah masuk dan berkembang. Untuk mengatasi berbagai persoalan, seluruh anak bangsa harus  menunjukkan dan merawat kebhinekaan. ” NTT inilah contoh simbol-contoh persatuan dari keberagaman,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Gus Muhaimin, saat ini pembangunan bangsa mengalami tantangan berat akibat pandemi Covid-19. Hampir seluruh negara di dunia mengalami persoalan yang sama. Dia bersyukur  keadaan menjadi lebih baik.

Dikatakan, agama dan legislatif memiliki peran penting  membangun karakter dan kesejahteraan bangsa. Sebab, persoalan bangsa  begitu kompleks. Setidaknya tiga persoalan bangsa yang harus menjadi perhatian serius. Pertama kemiskinan, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembangunan kekuatan ekonomi nasional.

”Tiga hal ini yang menjadi fokus kegiatan APBN kita. Persoalan ini belum teratasi, kini ditambah lagi pandemi. Akibatnya, alokasi APBN mengalami refocusing dan pengurangan,” jelasnya.

Kendati begitu, Gus Muhaimin mengatakan, secara umum pertumbuhan ekonomi cukup baik, meskipun APBN tidak bisa menjadi penyangga tunggal pertumbuhan ekonomi.

”Jumlah penduduk kita yang banyak ternyata ada gunanya karena terjadi siklus ekonomi dari kebutuhan konsumsi harian. Di sisi lain APBN kita mengalami pemasukan anggaran cukup bagus ketika iklim industri dan usaha baik. Karena pandemi, jumlah anggaran yang masuk dari penerimaan pajak mengalami penurunan signifikan,” katanya.

Karena itu, kata Gus Muhaimin, DPR memberikan keleluasan penuh kepada eksekutif untuk benar-benar mengatasi keadaan pandemi dengan sebaik-baiknya. ”Pemerintah diberikan keleluasaan. Semua permintaan pemerintah tak ada yang tidak lolos di DPR. Semua parpol, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan keleluasaan yang besar. Ini untuk mengawal pembangunan nasional agar jalannya pemerintahan lebih efektif,” paparnya. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.