Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mewanti-wanti Kementerian Kesehatan agar memperhatikan vaksin expired atau kedaluwarsa yang mencapai 1,1 juta dosis di tengah upaya menggenjot vaksinasi booster sejak 12 Januari 2022.
“Saya ingatkan agar vaksin yang terindikasi kadaluwarsa terus dipelototi. Dan yang sudah kadaluwarsa harus dibuang. Cek satu-satu petanya dan berapa jumlah di masing-masing daerah,” kata Gus Muhaimin, Kamis (20/1/ 2022).
Gus Muhaimin mendorong partisipasi masyarakat untuk tidak segan menanyakan kepada petugas masa kedaluwarsa vaksin yang bakal disuntikkan.
“Masyarakat perlu proaktif, tanyakan dulu status vaksinnya sebelum disuntikkan. Jaga-jaga siapa tahu petugas tidak memperhatikan,” katanya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendesak Kemenkes segera mengevaluasi penyebab banyaknya vaksin yang belum digunakan dan akan memasuki tenggat waktu kedaluwarsa.
“Saya harap ada evaluasi menyeluruh soal vaksin ini. Kok bisa sampai 1,1 juta dosis belum terpakai, malah mau kedaluwarsa. Jangan sampai ada ketimpangan dengan di luar Jawa. Ingat lho, masih banyak warga yang belum bisa vaksinasi dosis pertama dan kedua di luar Jawa,” tutur Gus Muhaimin.
Kampanye vaksinasi booster disebut Gus Muhaimin memang bagus. Meski begitu dia mengimbau agar praktiknya tidak mengenyampingkan target vaksinasi primer atau dosis pertama dan kedua bagi 70 persen populasi penduduk Indonesia.
“Kita tidak boleh mengabaikan target utama kita untuk vaksinasi 70 persen dari jumlah penduduk. Alih-alih ngurusi booster, malah banyak juga yang keteran belum divaksin pertama dan kedua. Itu tidak bagus,” tegas Gus Muhaimin.
Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada 1,1 juta dosis vaksin COVID-19 kedaluwarsa. Mayoritas vaksin kedaluwarsa tersebut merupakan donasi gratis dari negara-negara maju.
“Vaksin yang expired (kedaluwarsa) sampai Desember 2021 ada 1,121 juta dosis. Dari jumlah itu, 1,1 juta yang expired adalah donasi gratis, 98 persen donasi gratis,” kata Budi Gunadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (20/1/2022). (duk)











