Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, angkat bicara terkait banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Palembang pada Rabu malam (22/4/2026).
Ditemui usai kegiatan, Herman Deru menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh dua faktor utama, yakni curah hujan dengan intensitas ekstrem serta kapasitas drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air.
“Pertama, curah hujan yang sangat deras dan ekstrem. Kedua, drainase yang tidak mampu menampung air sehingga meluap ke jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi drainase yang tersumbat juga menjadi penyebab utama air tidak mengalir dengan baik, sehingga memperparah genangan di sejumlah kawasan.
Meski demikian, Herman Deru mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Palembang yang dinilai telah bekerja keras dalam menangani persoalan banjir.
Menurutnya, saat ini juga tengah dibangun infrastruktur penanganan banjir berupa pompa besar dengan nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah.
“Ada pembangunan pompa besar sekitar Rp300 hingga Rp400 miliar untuk mengatasi banjir ke depan,” katanya.
Namun, ia menyoroti sistem pengoperasian pompa yang dinilai belum optimal. Saat ini, pengaktifan pompa masih harus melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga dinilai kurang responsif saat terjadi banjir.
“Ke depan saya minta agar sistem ini terintegrasi. Saat kota membutuhkan, pompa bisa langsung dioperasikan tanpa harus menunggu prosedur panjang,” tegasnya.
Ia berharap, ke depan petugas di lapangan dapat langsung mengambil tindakan cepat saat terjadi genangan, sehingga penanganan banjir bisa lebih efektif.
Meski banjir sempat terjadi, Herman Deru menyebut genangan air relatif cepat surut dan tidak berlangsung hingga pagi hari.
“Alhamdulillah genangan tidak sampai pagi sudah surut. Namun hari ini hujan kembali turun, jadi tetap harus waspada,” pungkasnya.
(**)











