Anggota Komisi IV DPR Sebut Nasi Gandul Bukan Sekadar Makanan, Tapi Warisan Budaya

Writer: - Kamis, 23 April 2026
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyo. (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPR RI)

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, mendukung upaya pelestarian dan promosi kuliner khas daerah, khususnya nasi gandul asal Pati, Jawa Tengah.

Kehadiran restoran tersebut bukan sekadar bisnis kuliner, tetapi juga bagian dari kampanye budaya untuk memperkenalkan kekayaan tradisi daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

Read More

Menurut Firman, nasi gandul memiliki nilai historis panjang yang menjadi identitas masyarakat Pati.

Firman menilai,  kuliner ini telah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan berkembang sebagai warisan budaya yang terus dijaga hingga kini.

“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga sejarah dan tradisi masyarakat Pati yang harus terus dilestarikan,” ujar Firman disela-sela restoran Nasi Gandul Harmonis di kawasan Senopati, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Firman juga mengapresiasi langkah pengusaha lokal, Wardoyo, yang berani berinvestasi membuka restoran dengan konsep besar di lokasi premium.

Langkah tersebut kata dia, sebagai bentuk nyata komitmen mengangkat kuliner daerah agar lebih dikenal luas.

“Keberanian membuka usaha di lokasi strategis dengan investasi besar ini patut diapresiasi. Ini menjadi bagian dari upaya menjadikan kuliner Pati sebagai destinasi utama,” kata anggota Komisi IV DPR tersebut.

Selain nasi gandul, Firman turut menyinggung kuliner khas Pati lain seperti mangut kepala ikan yang juga memiliki potensi besar untuk diperkenalkan lebih luas.

Dia berharap kehadiran restoran tersebut dapat menjadi awal bagi kuliner khas Pati untuk menembus pasar global.

Firman bahkan menyinggung keberadaan restoran Indonesia di luar negeri yang sudah cukup berkembang, meski kuliner seperti nasi gandul belum banyak dikenal.

“Kita berharap ke depan nasi gandul bisa dikenal secara internasional, bahkan hadir di berbagai negara,” paparnya.

Firman menambahkan, pelestarian kuliner tradisional perlu didukung berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun komunitas, agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan mampu bersaing di era modern.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, dia optimistis kuliner khas daerah, khususnya dari Pati, dapat semakin dikenal dan menjadi bagian dari identitas Indonesia di mata dunia.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Agus Andrianto di era Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan,   nasi gandul sebagai warisan kuliner yang memiliki nilai kebersamaan dan kedekatan sosial.Nasi gandul tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga mencerminkan budaya sederhana dan kebersamaan masyarakat Jawa.

“Nasi gandul ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga menggambarkan kehidupan masyarakat yang sederhana, guyub, dan penuh kebersamaan. Ini yang harus kita jaga,” ujar Agus.

Dia juga mendukung upaya berbagai pihak dalam memperkenalkan kuliner tradisional ke tingkat yang lebih luas, termasuk melalui pembukaan restoran di kota-kota besar.

Dengan dukungan dari berbagai tokoh nasional, diharapkan nasi gandul dapat terus berkembang sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts