Lampung, Sumselupdate.com – Semangat menghadirkan pemerataan pendidikan membawa puluhan mahasiswa Indonesia menempuh perjalanan panjang menuju Pulau Tabuan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Melalui program PPI Dunia Mengabdi 2026 bertajuk “Bhumi Nusantara Loka Bhakti”, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) menghadirkan kegiatan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat pada 5–9 Juli 2026.
Program tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Indonesia dari berbagai negara untuk membantu menjawab tantangan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan akses pembelajaran.
Pulau Tabuan dipilih sebagai lokasi pengabdian karena masih terdapat tantangan dalam bidang literasi dan pembelajaran bahasa Inggris. Selain itu, kondisi sebagian generasi muda yang harus berhenti sekolah menjadi perhatian yang mendorong pelaksanaan program tersebut.
Melalui kegiatan “Literasi Senja”, para volunteer memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak setempat dengan metode pembelajaran interaktif. Materi yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan motivasi agar mereka terus melanjutkan pendidikan.
“Melalui program Bhumi Nusantara Loka Bhakti, kami berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat literasi, memperluas akses pendidikan, serta menumbuhkan semangat belajar anak-anak di Pulau Tabuan. Kami percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus dapat diakses oleh setiap anak tanpa terkecuali,” ujar Ketua Panitia PPI Dunia Mengabdi 2026, Ahmad Nahdi Umam Bil’adli.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 35 volunteer dari PPI Dunia dan mahasiswa Universitas Lampung terlibat langsung memberikan pembelajaran kepada anak-anak Pulau Tabuan. Kolaborasi tersebut turut melibatkan perwakilan pelajar Indonesia dari berbagai negara, di antaranya PPI Yordania, PPI Turki, PPI Maroko, HPMI Mesir, PPMI Arab Saudi, serta Permira Rusia.
Selain pendampingan pendidikan, para volunteer juga menyalurkan bantuan berupa buku cerita anak, alat tulis, buku tulis, serta obat-obatan kepada masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada sekitar 150 anak dan 100 warga lokal.
Perjalanan menuju Pulau Tabuan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para peserta. Mereka harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal sederhana selama kurang lebih empat jam saat keberangkatan dan empat jam saat kepulangan.
Meski menghadapi perjalanan panjang, semangat para volunteer tetap terjaga. Setibanya di Pulau Tabuan, mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama anak-anak yang antusias mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran.
Melalui kolaborasi mahasiswa Indonesia di dalam dan luar negeri, PPI Dunia Mengabdi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam memperkuat literasi dan membuka peluang pendidikan bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
(**)











