Palembang, Sumselupdate.com – Upaya meningkatkan kualitas pangan strategis di Sumatera Selatan terus diperkuat. Gubernur Sumsel Herman Deru menyerahkan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), Good Farming Practices (GFP), dan bebas residu antibiotik kepada peternak ayam petelur di Banyuasin. Penyerahan berlangsung di CV Agro Jovin Farm dan disambut antusias para peternak.
Menurut Herman Deru, bahwa sertifikasi tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen penting untuk menjamin mutu pangan.
“Telur adalah bahan pangan strategis. Dengan kualitas yang terjamin, bukan hanya meningkatkan nilai jual, tapi juga berkontribusi pada perbaikan gizi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan produksi telur Sumsel tidak hanya melimpah, tetapi juga sehat, aman dikonsumsi, serta mampu bersaing di pasar nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, menegaskan bahwa Banyuasin merupakan penyumbang produksi telur terbesar di provinsi. Berdasarkan data, Sumsel mengalami surplus 250 ton telur per bulan.
“Dari 70 peternak, baru 17 yang sudah mendapat NKV. Ke depan seluruhnya akan tersertifikasi agar produk telur kita semakin kompetitif,” kata Ruzuan.
Sertifikasi NKV, GFP, dan bebas residu antibiotik diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga menjamin telur yang beredar aman, sehat, serta bergizi tinggi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam penanganan gizi masyarakat, khususnya pencegahan stunting. (**)
Baca juga : Gubernur Herman Deru Lepas 10 Agen Perdamaian Sumsel ke Ajang Nasional











