Gen LIMAS 6.0 Digelar di Palembang, Fokus Cegah Paylater dan Pinjol Ilegal di Kalangan Anak Muda

Writer: - Selasa, 12 Mei 2026
Pengurus dan anggota Gen LIMAS bersama narasumber dari OJK Sumsel saat kegiatan ToT x Sekolah Gen LIMAS 6.0 di Auditorium OJK Sumsel, Palembang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Generasi Literasi Masyarakat Sumatera Selatan (Gen LIMAS) kembali menggelar program pengembangan internal bertajuk Training of Trainers (ToT) x Sekolah Gen LIMAS 6.0 di Auditorium Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan mengusung tema ‘Menguatkan Peran Gen LIMAS sebagai Agent of Change melalui Literasi Keuangan dan Keterampilan Edukasi’ tersebut diikuti seluruh anggota Gen LIMAS bersama sejumlah narasumber dari OJK Sumsel dan alumni organisasi.

Read More

Hadir sebagai narasumber yakni Asisten Direktur Madya Perilaku PUJK, EPK OJK Sumsel, Abdul Muin Akmal Padang, Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, EPK OJK Sumsel, Marissa Deviantara, serta Alumni Presiden Gen LIMAS 2025, Nayla Khairunisa.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memahami literasi dan inklusi keuangan di era digital.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 66 persen penduduk Indonesia telah menggunakan internet pada 2024.

Namun, tingginya akses digital dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik.

Presiden Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi anggota Gen LIMAS dalam menjalankan berbagai program edukasi keuangan di tengah masyarakat.

“Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan menjadi investasi berharga bagi anggota Gen LIMAS untuk menghadapi berbagai program ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Muin Akmal Padang mengungkapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Selatan masih berada di bawah rata-rata nasional dengan selisih mencapai 22,26 persen.

Menurutnya, rendahnya pemahaman keuangan dapat memicu perilaku konsumtif di kalangan masyarakat, seperti penggunaan layanan paylater secara impulsif hingga pinjaman online berbunga tinggi.

“Pengelolaan keuangan harus dijadikan gaya hidup agar masyarakat lebih bijak dan memahami kondisi finansial mereka,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya metode edukasi yang interaktif dan mudah dipahami agar literasi keuangan lebih efektif menjangkau generasi muda.

Dalam sesi diskusi, Marissa Deviantara mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui keberanian memulai dan disiplin dalam pengelolaan keuangan.

“Mulai memberanikan diri dengan keterpaksaan dan dilanjutkan dengan kebiasaan,” ujarnya.

Marissa juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum mengambil keputusan keuangan, termasuk saat memanfaatkan layanan pinjaman digital.

Selain itu, ia mengingatkan peserta untuk lebih berhati-hati menggunakan media sosial karena berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain, Alumni Presiden Gen LIMAS 2025, Nayla Khairunisa, menekankan pentingnya menjaga budaya organisasi dan membangun lingkungan yang suportif dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.

“Lingkungan yang aman dan suportif dimulai dari diri sendiri,” ungkap Nayla.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber dan sesi foto bersama.

Gen LIMAS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda di Sumatera Selatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts