Berlin, Sumselupdate.com – Gelombang panas ekstrem melanda kawasan Eropa Tengah. Jerman dan Republik Ceko sama-sama mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah pencatatan pada Sabtu (27/6/2026), memicu gangguan kesehatan hingga kerusakan infrastruktur.
Badan Meteorologi Nasional Jerman (Deutscher Wetterdienst/DWD) mencatat suhu mencapai 41,5 derajat Celsius di Moeckern-Drewitz, wilayah timur Jerman. Angka tersebut menjadi rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara itu.
Rekor tersebut terjadi sehari setelah Jerman mencatat suhu 41,3 derajat Celsius di Kota Saarbruecken pada Jumat (26/6/2026), yang sebelumnya juga menjadi rekor nasional.
Gelombang panas berkepanjangan berdampak pada meningkatnya jumlah pasien di unit gawat darurat. Sebagian besar merupakan warga lanjut usia yang mengalami serangan panas (heat stroke).
Selain berdampak pada kesehatan, suhu ekstrem juga merusak infrastruktur. Ruas jalan tol A2 mengalami kerusakan akibat pemuaian beton yang menyebabkan permukaan jalan melengkung dan pecah. Akibatnya, dua ruas jalan terpaksa ditutup sejak Kamis (25/6/2026) untuk proses perbaikan.
Operator jalan tol memperkirakan jalur yang terdampak baru dapat kembali dibuka setelah pelat beton yang rusak diganti dengan lapisan aspal.
Kondisi serupa juga terjadi di Republik Ceko. Institut Hidrometeorologi Ceko (CHMI) melaporkan suhu udara mencapai 40,6 derajat Celsius di Doksany, wilayah utara Praha.
Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 40,4 derajat Celsius yang terjadi pada 2012. CHMI menyebut suhu masih berpotensi meningkat sehingga angka tersebut belum menjadi rekor akhir.
Gelombang panas yang melanda Eropa dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian karena memicu berbagai dampak, mulai dari meningkatnya risiko kesehatan masyarakat hingga terganggunya aktivitas transportasi akibat suhu ekstrem.
(**)











