Laporan : Syakbanudin
Kayuagung, Sumselupdate.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sering disebut-sebut sangat rawan dengan peredaran narkoba. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas II B Kayuagung, Reza Mediansyah melalui Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Kayuagung, Edho Saputra dan didampingi Kasubag TU, Quartholil mengatakan ada beberapa cara yang dilaksanakan pihaknya untuk mencegah transaksi barang haram tersebut.
“Untuk mencegah narkoba di Lapas Kelas IIB Kayuagung kami menjadwalkan razia rutin yang dilaksanakan empat kali dalam sebulan. Kemudian, kami juga razia insidentil dilaksanakan secara mendadak atau tiba-tiba ke warga binaan yang ada di Lapas ini,” ujar Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Kayuagung, Edho Saputra.
Selain itu, Edho Saputra menambahkan pihaknya juga melakukan pemeriksaan khusus untuk pengiriman barang atau makanan titipan dari pintu masuk secara ketat oleh keluarga atau kerabat warga binaan.
“Kami pun baru-baru ini, telah melaksanakan razia pada tanggal 27 Agustus lalu, hasilnya kami masih menemukan alat komunikasi HP biasa, bukan android dan langsung disita, termasuk kabel yang bukan instalasi juga sudah diamankan termasuk melakukan razia bareng dengan Satnarkoba Polres OKI, BNN OKI,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk kalangan pegawai pihaknya juga telah melakukan tes urine agar tidak terlibat narkoba. Dan jika adanya indikasi pegawai Lapas yang menggunakan narkoba maka pihaknya akan melaporkan ke bagian kepegawaian.
“Bisa jadi yang bersangkutan jika terbukti akan dipindahkan ke bagian lain seperti bagian Bapas, juru masak yang memungkinkan untuk tidak berhubungan dengan warga binaan. Atau bahkan bisa jadi pindah atau mutasi ke Lapas lain,” ungkapnya.
Menyinggung tentang pengawasan warga binaan yang terlibat kasus narkoba, Edho Saputra mengatakan para warga binaan tersebut, untuk kamar tahanannya terpisah dari warga binaan yang terlibat kasus lain. Sebab Lapas Kayuagung ini merupakan Lapas umum yang berbeda dengan Lapas khusus narkoba yang mendapatkan pelayanan khusus berupa terapi atau lainnya.
“Kami juga telah mendapatkan informasi juga di OKI ini akan ada rumah rehab narkoba,” tukasnya. (**)











