PALI, Sumselupdate.com – Warga Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali dikejutkan dengan temuan jasad perempuan yang tewas di kamar kontrakannya yang terletak di bilangan Simpang Bandara, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Selasa (2/1/2017), sekitar pukul 23.15.
Dari hasil penyelidikan petugas, korban diketahui bernama Suleva (24), gadis cantik asal Desa Prabu Menang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian korban masih belum diketahui. Sebab, dari pantauan media ini di TKP, tidak ada luka-luka pada jasad korban.
Sebelum ditemukan tewas, Suleva masih bekerja seperti biasa di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI sebagai Tenaga Kerja Sukarelawan (TKS).
Jasad korban pertama kali diketahui saat teman korban satu desanya bernama Doli dan Yeyen hendak berkunjung ke kontrakan korban.
Namun, setelah diketuk beberapa kali pintu kontrakan korban yang memang mengontrak seorang diri, tidak kunjung ada balasan.
Sementara pintu dan jendela kontrakan korban terkunci semua dari arah dalam.
Karena curiga, kedua teman korban melapor ke warga setempat agar bersedia membantu mendobrak pintu kontrakan korban.
Dibantu warga setempat, kedua teman korban mendobrak pintu kontrakan tersebut.
Saat diperiksa ke kamar kontrakannya, warga terkejut mendapati jasad korban sudah mengeras tak bernyawa terbaring di atas tempat tidurnya dengan posisi terlentang dan handset masih terpasang di telinga korban.
Mengetahui korban sudah tidak bernyawa, warga setempat kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Talang Ubi.
Tidak selang berapa lama, polisi datang, kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban untuk kemudian dibawa ke RSUD Talang Ubi.
“Hari ini (Selasa –red) korban masih masuk kerja, dan pulang kerja juga tidak menunjukkan tanda-tanda aneh atau mengeluhkan sesuatu. Namun, sekitar pukul 23.00 aku kaget ketika di hubungi kawan, bahwa Suleva meninggal dalam kamar kontrakannya. Kemudian aku datang ke RSUD untuk pastikan bahwa kabar itu memang benar,” ucap Ira, teman sekantor korban.
Sementara Abul Rustomi, salah satu keluarga korban yang datang ke ruang jenazah RSUD Talang Ubi menyebutkan bahwa korban tidak ada riwayat penyakit yang membahayakan.
“Kami tidak pernah dengar keponakan kami (korban –red) sakit atau pernah masuk rumah sakit gara-gara penyakit membahayakan, dan tahu-tahu kami dengar kabar,bahwa keponakan kami meninggal mendadak,” ungkapnya.
Ditambahkannya, setelah divisum, jasad korban bakal langsung dibawa keluarganya.
“Rencana selanjutnya kami akan berunding dengan pihak keluarga, apakah akan dilakukan otopsi atau langsung dikebumikan. Namun, untuk saat ini, kami bakal bawa pulang terlebih dahulu jasad keponakan kami ini,” tukasnya.
Terpisah, dr Siti Hardianti Harahap, dokter jaga di RSUD Talang Ubi mengatakan, dari hasil visum dari jasad korban tidak ditemukan luka-luka.
Hanya saja di siku tangan kanan ada bekas luka goresan atau lecet seperti bekas kuku.
“Kami hanya visum luar saja, dan kondisi jasad korban sudah kaku, diperkirakan meninggalnya sudah lebih empat jam. Untuk penyebab kematian pastinya harus dilakukan otopsi,” terangnya. (adj)











