Palembang, Sumselupdate.com – Usai resmi dilantik oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Direktur Utama Perumda Tirta Musi yang baru, Ir. Teddy Andrian, S.T., IPM, ASEAN Eng., langsung menetapkan sejumlah target ambisius dalam 100 hari kerja pertamanya. Fokus utama diarahkan pada pemerataan layanan air bersih serta peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Teddy mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 13 hingga 15 persen masyarakat Kota Palembang yang belum menikmati layanan air bersih.
Untuk itu, pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap melalui berbagai strategi, termasuk membuka peluang pendanaan dari pihak ketiga.
“Untuk mencapai cakupan layanan hingga 100 persen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar, terutama untuk pengadaan jaringan pipa dan infrastruktur pendukung. Ini akan dilakukan bertahap, namun progresnya sudah mulai terlihat di tahun 2026,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Selain pemerataan layanan, Teddy juga menargetkan peningkatan kontribusi Perumda Tirta Musi terhadap PAD Kota Palembang.
Pada 2025, perusahaan daerah tersebut mencatatkan dividen sebesar Rp55 miliar. Di bawah kepemimpinannya, angka itu ditargetkan meningkat menjadi Rp60 miliar atau naik sekitar 10 persen.
Sebagai salah satu BUMD yang dinilai sehat di Kota Palembang, Teddy menegaskan komitmennya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penambahan pelanggan baru, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru, hingga peningkatan kualitas layanan menuju distribusi air 24 jam.
“Untuk mencapai target tersebut tentu dibutuhkan dukungan pendanaan yang kuat. Kita juga akan melakukan efisiensi, terutama pada biaya perjalanan dinas, serta meningkatkan efektivitas penagihan,” katanya.
Selain itu, peremajaan infrastruktur menjadi perhatian serius, termasuk rencana rehabilitasi pipa tua di kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang telah digunakan sejak era 1920-an. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas distribusi air kepada pelanggan.
Teddy juga menyoroti pentingnya sinergi antarwilayah, khususnya daerah perbatasan seperti Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kenten Laut, dan Tegal Binangun.
Menurutnya, kolaborasi dengan PDAM lain seperti Tirta Sriwijaya (TSM) dan Tirta Tuah menjadi salah satu opsi perluasan layanan.
“Jika mereka belum bisa menjangkau, kita siap masuk. Namun tentu tetap melihat kapasitas produksi yang tersedia,” jelasnya.
Dalam upaya peningkatan layanan, Perumda Tirta Musi juga akan melakukan pembenahan fasilitas pelayanan pelanggan, mulai dari renovasi gedung utama, penataan loket tanpa sekat kaca, hingga menghadirkan konsep layanan yang lebih modern dan nyaman.
Inovasi digital juga menjadi prioritas. Dalam 100 hari ke depan, perusahaan akan mengembangkan aplikasi layanan pelanggan berbasis Play Store yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan, serupa dengan aplikasi layanan publik lainnya.
Untuk tahun 2026, Tirta Musi menargetkan penambahan 15 ribu sambungan pelanggan baru. Saat ini, sekitar 2.000 sambungan telah terealisasi, terutama di wilayah Kalidoni dan sebagian Tanjung Barangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Teddy optimistis Perumda Tirta Musi tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan Kota Palembang.
(**)











