Palembang, Sumselupdate.com – Seluruh pihak diharap tidak berspekulasi yang berlebihan terkait insiden ambruknya Girder (gelagar) proyek pembangunan Fly Over (Jembatan Layang) di Kabupaten Muaraenim beberapa pekan lalu yang menimbulkan korban jiwa.
Harapan ini dikemukakan oleh Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP) melalui Kepala Divisi (Kadiv) Humas, Cerah Buana.
Menurut dia, semua pihak agar dapat menahan diri dan menanti pernyataan resmi dari pihak yang diberikan kewenangan melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.
Pernyataan ini disampaikan pihak FSPP setelah sebelumnya pejabat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) Sumsel mengeluarkan statement yang dimuat di salah satu media online nasional.
Pejabat tersebut menyatakan jika ambruknya Girder pada proyek Fly Over Bantaian ini diduga diakibatkan oleh misskomunikasi atau kesalahpahaman antar-operator.
“FSPP mengimbau kepada semua pihak untuk menyampaikan statement hal yang arif dan bijaksana, karena proses investigasi masih berlangsung. Untuk itu kami mohon tidak memberikan kesimpulan dan dugaan secara dini penyebab insiden tersebut,” pinta Cerah saat rilis terkait kasus ini di ruang pertemuan VIP Stasiun Kertapati pada Kamis (21/3/2024) siang.
Sementara itu, insiden ambruknya Girder Fly Over Persimpangan KA Bantaian ini rupanya tengah diselidiki oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, SH, SIK membenarkan hal tersebut.
“Kita fokus pada dugaan tindak kelalaian dalam pengerjaan proyeknya, masih Lidik. Sejumlah pihak juga telah dimintai keterangan, masih awal belum ada kesimpulan yang pasti kita juga sudah lakukan Olah TKP,” ungkap Anwar.
Seperti diketahui dari insiden itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dua pekerja dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Tak lain salah satu korban luka adalah Mufaridin (37), pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) 3 Palembang. (**)











