Firiadinata dan Yuliana Dihabisi Secara Sadis di Atas Motor

Rabu, 6 April 2016
Para pelaku memperagakan bagaimana menghabisi nyawa pasangan suami istri yang dibegal dalam reka ulang di lokasi kejadian, Rabu (6/4).

Banyuasin, Sumselupdate.com –Firiadinata (60) dan Yuliana (59) dihabisi dengan cara dibacok bertubi-tubi di atas sepeda motor hingga tewas oleh lima tersangka begal. Hal ini terungkap saat rekonstruksi yang digelar Polsek Talang Kelapa, Rabu (6/4) lokasi kejadian Komplek Azhar, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa.

Pada adegan ke-15 pelaku Ari membacok leher, bahu, dan lengan Firiadinata serta Yuliana, Kemudian Rendi menusuk perut korban Yuliana. Sementara itu tersangka Dodi, Dika, dan Oki memukuli kedua korban dengan bambu.

Read More

Setelah korban tewas Dika dan Oki pergi membawa sepeda motor korban, sementara Dodi dan Rendi kabur dengan menggunakan motor OKI dan Tersangka Ari pergi dengan jalan kaki.

Motor hasil curian itu mereka jual dengan harga Rp1,6 juta kepada Ebot, warga KM5, Kecamatan Sukarami. Uang hasil penjualan dibagi dengan rincian Dodi, Rendi, dan Oki serta Dika  masing-masing Rp300 ribu. Sedangkan tersangka Ari Rp200 ribu

Sedikitnya 500-an warga setempat berdesakan ingin menyaksikan rekonstruksi. Teriakan, hujatan dan makan bersahutan saat tersangka diturunkan petugas dari mobil ke TKP.

Peragaan rekonstruksi sempat terganggu akibat Karta, ayah tersangka Dodi yang meyakini anaknya tidak bermasalah juga menerobos bording pengaman polisi.

Dia berlari-lari menengadahkan kedua tangan ke atas dan memohon keadilan pada tuhan kemudian menangis dan bersujud di tempat rekonstruksi. Hal itu membuat ratusan warga berteriak mengejek.

Petugas Polsek Talang Kelapa di-back up Polres Banyuasin membuat garis batas dan menghalau warga yang bersikeras ingin mendekat.

Situasi di TKP semakin ramai dan sedikit memanas, demi keamanan jalannya rekonstruksi, reka ulang adegan pembunuhan ke 21-29 akhirnya dipindahkan ke Mapolsek Banyuasin.

Kapolsek Talang Kelapa Kompol Padmo Arianto mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan guna melengkapi penyedikian seperti yang diminta oleh Jaksa. Ada 29 rekonstruksi yang diperagakan oleh empat tersangka, sementara tersangka Rendi diperagakan oleh petugas polisi karena sudah meninggal. “Dia meninggal karena sakit, sebelum kasus ini terungkap,” katanya.

Kapolsek mengatakan, pada adegan 1-4 digelar di Mapolsek Talang Kelapa, kemudian adegan 5-20 di TKP dan adegan 21-29 kembali dilaksanakan di Mapolsek, karena situasi di lapangan semakin memanas.

“Selama rekonstruksi berjalan kondusif, adegan 21-29 sengaja dipindahkan lagi ke Mako karena TKP semakin dipadati warga,” ungkapnya.

Untuk sementara ini jumlah tersangka tidak bertambah, tetap lima orang. Motif pembunuhan diduga murni karena begal motor, “jelasnya.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat pasal 365 junto 338 karena telah melakukan aksi pencurian dengan pemberkatan yang menewaskan korban. “Mereka diancam kurungan seumur hidup atau hukuman mati,” kata dia. (zis)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts