Empat Terdakwa Kasus Korupsi Pembangunan SCC Muba Divonis Berbeda, Ini Putusan Hakim

Keempat terdakwa kasus korupsi pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) atau Sekayu Convention Center (SCC) di Kabupaten Muba menjalani sidang putusan hakim, Senin (4/3/2019).

Palembang, Sumselupdate.com – Empat terdakwa kasus korupsi pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) atau Sekayu Convention Center (SCC) di Kabupaten Muba menjalani sidang putusan hakim, Senin (4/3/2019).

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tinggi Negeri kelas 1 A  Palembang tersebut, keempat terdakwa terlihat begitu tenang.

Read More

Termasuk saat Ketua Majelis Hakim Abu Hanifa mengetuk palu tanda disahkannya putusan hakim, keempat terdakwa kompak diam dengan sesekali menundukkan kepalanya tanpa bersuara sepatah katapun.

“Dengan ini para terdakwa terbukti bersalah dan merugikan negara,” ujar hakim disela sidang.

Keempat terdakwa divonis hukuman yang berbeda dan langsung mengajukan pikir-pikir tujuh hari ke depan usai mendengar vonis hakim.

Terdakwa Deddy Adrian divonis 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp700 juta. Apabila tidak bisa membayar dituntut 1 tahun 6 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Januarizkhan dijatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan dengan kewajiban membayar uang pengganti Rp.1.5 miliar.

Di mana apabila uang tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan hukuman dua tahun penjara.

Sementara terdakwa Harisandy dan Ardiansyah sama-sama divonis 4 tahun denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara.

Selain itu keduanya juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp180 juta dan bila tidak mampu membayar diganti dengan hukuman 1 tahun penjara.

“Pada vonis hakim, keempat terdakwa selain diberikan hukuman penjara juga diwajibkan membayar uang pengganti. Dimana maksudnya adalah apabila selama satu bulan kedepan, para terdakwa tidak mampu membayar jumlah uang pengganti yang telah diputuskan, maka hartanya akan disita atau diganti dengan hukuman penjara,” ujar Kasi Pidsus Kejari Palembang Krisnandar SH.

Dikatakannya, vonis hakim sama dengan tuntutan jaksa yang menjerat terdakwa dengan Pasal 2 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Meskipun ada satu terdakwa yakni Januarizkhan yang vonisnya lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa, namun kami tetap menghargai putusan hakim,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anjasra Karya mengungkapkan modus keempat terdakwa dalam menyalahi uang negara adalah para terdakwa telah meraup uang proyek sebesar 100 persen. Padahal pengerjaan proyek baru sebatas 85 persen.

“Artinya dari awal sudah ada tindakan persekongkolan oleh para terdakwa untuk menggelapkan uang negara pada Proyek tersebut,” katanya.

Keempat terdakwa, lanjutnya, memiliki peran yang berbeda-beda. Terdakwa Deddy Adrian saat ditangkap masih menduduki posisi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas PU CK Muba. Sedangkan terdakwa  Januarizkhan sebagai direktur utama PT Sejahtera Kontrindo selaku penggerak proyek.

“Sedangkan terdakwa Harisandy dan Ardiansyah merupakan kaki tangannya terdakwa Januarizkhan,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Deddy Adrian, Erawan Ahmad, SH mengatakan, akan segera mengambil tindakan pada vonis yang dijatuhkan pada kliennya.

“Mengingat vonis uang pengganti yang dijatuhkan hakim pada klien kami cukup besar jumlahnya yakni Rp.700 juta, maka setelah ini kami akan mendiskusikan bagaimana langkah selanjutnya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Polres Muba menangkap keempat terdakwa dalam kasus dugaan korupsi gedung Gedung Serba Guna (GSG) atau Sekayu Convention Center yang mulai dibangun pada 2013 lalu dengan anggaran sebesar Rp8.925.000.000 dari APBD.

Pembangunan dilanjutkan kembali pada 2014 dengan anggaran yang lebih besar yakni Rp19.636.170.000. kemudian pada 2015 kembali dianggarkan dana sebesar Rp29.792.300.000.

Selanjutnya pada tahun 2016 anggaran kembali dikeluarkan dengan nominal Rp5.030.000.000. Namun, dalam proses pengerjaannya dinilai tidak sesuai RAB dan tumpang tindih sehingga ditengarai negara dirugikan senilai Rp3.286.830.679. (tra)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.