Reses DPRD Sumsel Dapil IX di Babat Toman, Jalan Rusak, Listrik hingga Pupuk Subsidi Dikeluhkan Warga

Writer: - Selasa, 14 Juli 2026
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil IX berdialog dengan masyarakat saat menggelar Reses Masa Persidangan VI Tahun Anggaran 2026 di Balai Desa Sri Mulyo, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam kegiatan tersebut, warga mengusulkan pembangunan gardu PLN dan jalan penghubung menuju Desa Makmur Jaya. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Musi Banyuasin, Sumselupdate.com – Perbaikan infrastruktur, peningkatan sektor pertanian, pendidikan hingga pelayanan kelistrikan menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) IX di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Reses yang berlangsung pada 3–10 Juli 2026 tersebut diikuti Alwis Gani (Gerindra), Abusari (NasDem), Thamrin (Golkar), Susy Imelda Frederika (PDI Perjuangan), M Hasan Haikal (PKN), dan Andi Rizkiyansyah (Golkar).

Read More

Saat berdialog dengan masyarakat di Balai Desa Sugi Raya, warga mengusulkan pembangunan siring di sepanjang aliran sungai untuk mengantisipasi abrasi dan longsor ketika debit air meningkat.

Selain itu, masyarakat juga meminta pembangunan balai desa, saluran drainase, serta dukungan program peningkatan lahan pertanian guna mendorong produktivitas petani.

Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Sumsel menjelaskan bahwa program cetak sawah sudah tidak lagi dijalankan. Namun, usulan masyarakat akan diarahkan melalui program optimalisasi lahan (Oplah) dan diusulkan kepada Kementerian Pertanian sebagai alternatif peningkatan produksi pertanian.

Suasana Reses Masa Persidangan VI Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil IX Tahun Anggaran 2026 di Balai Desa Sri Mulyo, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, berlangsung interaktif. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait pembangunan gardu PLN dan jalan penghubung antardesa. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

DPRD juga menjelaskan bahwa persoalan gorong-gorong di ruas Jalan Sekayu–Musi Rawas telah dilaporkan kepada pemerintah pusat dan saat ini masih dalam proses tindak lanjut.

Di Desa Sereka, warga mengeluhkan persoalan keamanan lingkungan, distribusi pupuk subsidi yang dinilai belum merata, serta kondisi jalan dari Desa Sugiwaras menuju Kecamatan Sanga Desa yang membutuhkan perbaikan.

Selain itu, masyarakat meminta solusi terkait pembukaan lahan perkebunan karena aturan larangan membakar lahan dinilai menyulitkan petani dalam mengolah lahan.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar melalui penyediaan alat berat jenis ekskavator yang dapat dimanfaatkan petani sesuai mekanisme yang berlaku.

Reses kemudian berlanjut di Desa Beruge. Dalam kesempatan itu, warga mengusulkan pemeliharaan balai desa, pembukaan lahan persawahan baru untuk mendukung program swasembada pangan, rehabilitasi SD Negeri Beruge, percepatan perbaikan Jalan Nasional Sekayu–Musi Rawas, serta penyediaan tempat pembuangan sampah.

Anggota DPRD Sumsel menegaskan seluruh aspirasi tersebut akan dikawal sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Untuk sektor pertanian, DPRD menyebut program optimalisasi lahan akan diupayakan masuk dalam penganggaran tahun berikutnya. Sedangkan usulan perbaikan Jalan Nasional Sekayu–Musi Rawas telah disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada pemerintah pusat karena merupakan kewenangan nasional.

Masyarakat yang memiliki lahan tidak produktif selama lebih dari lima tahun juga diimbau mengajukan rehabilitasi lahan melalui pendampingan penyuluh pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali.

Sementara persoalan pengelolaan sampah akan diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin untuk ditindaklanjuti.

Di Desa Sungai Angit, warga menyampaikan aspirasi mengenai penyelesaian tapal batas desa, revitalisasi SD Negeri 1 Sungai Angit, pembangunan SMK di Kecamatan Babat Toman, peningkatan jalan penghubung Sungai Angit–Sei Napal dan Sungai Angit–Rantau Sialang, pembangunan embung, serta solusi pembukaan lahan perkebunan.

Menanggapi usulan tersebut, anggota DPRD menjelaskan pembangunan SMK dapat diperjuangkan apabila tersedia lahan hibah yang nantinya diserahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Sementara untuk pembukaan lahan, pemerintah desa diminta mengajukan permohonan bantuan alat berat kepada Dinas Perkebunan.

Reses juga digelar di Desa Bangun Sari. Dalam pertemuan itu masyarakat mengusulkan pembangunan jalan, penyediaan air bersih, insentif bagi guru swasta, bantuan bibit kelapa sawit, serta pembangunan sarana pendidikan.

Sedangkan di Desa Sri Mulyo, warga meminta pembangunan gardu PLN dan peningkatan jalan penghubung menuju Desa Makmur Jaya.

Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Sumsel meminta pemerintah desa segera menyusun proposal pembangunan gardu listrik untuk diajukan kepada instansi berwenang. Adapun usulan pembangunan jalan penghubung akan dibawa sebagai aspirasi resmi masyarakat dan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts