Empat Terdakwa Kasus Ilegal Drilling di Muba Jalani Sidang Perdana

Terdakwa dalam kasus penambangan minyak ilegal atau ilegal drilling menjalani sidang perdana secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (28/12/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Empat terdakwa kasus penambangan minyak ilegal atau ilegal drilling menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (28/12/2021)

Keempat terdakwa masing-masing Bambang Suprayoga, Marto, Arafik, dan Sukma Wijaya mengikuti sidang secara virtual.

Read More

Di hadapan majelis hakim yang diketahui Siti Fatimah, SH MH, JPU Kejati Sumsel Fauzan, SH membacakan dakwaan kepada empat terdakwa.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan  bahwa para terdakwa diduga melakukan penambangan minyak ilegal dari sumur tua MJ titik 34 yang terletak di Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Dalam dakwaan juga diketahui bahwa dari penambangan minyak tersebut menghasilkan tujuh sampai sepuluh drum per hari yang dijual kepada PT Petro Muba dengan harga Rp570 ribu per drum.

“Atas perbuatanya empat terdakwa dijerat dengan pasal 52 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang Migas jo pasal 40 No 7 UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Ciptaker jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tuturnya.

Atas dakwaan JPU Kejati Sumsel, terdakwa melalui kuasa hukumnya,  Yusmaheri, SH,MH mengatakan pihaknya akan mengajukan eksepsi dalam persidangan pekan depan.

“Kami selaku penasehat perlu ajukan eksepsi, karena dinilai dakwaan JPU kabur. Karena, dalam dakwaan JPU menyatakan itu permasalahan penyulingan minyak, tapi disitu juga ada permasalahan pencemaran lingkungan,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.