Eki: Saya Sudah Mendarah Daging Dengan SFC

Rizky Dwi Rmadhana

Palembang, Sumselupda=te.com Rizky Dwi Ramadhana, pemain asli Sumsel ini terus berkembang menjadi pemain penuh kualitas. Sebagai produk asli Sumsel, pemilik nomor punggung 37 di skuad Sriwjaya FC memulai karir sepakbolanya di tim junior pada 2008. Musim pertama bersama SFC U-21, pemuda asal Palembang ini gagal mempersembahkan gelar juara Indonesia Super League U-21. Tapi, kegagalan itu dibayar pada musim 2012/2013.

Eki sapaan akrabnya, akhirnya berhasil mengangkat tropi juara ISL U-21 untuk pertama kalinya. Tak hanya itu, pemain berusia 23 tahun ini juga berhasil menyabet gelar pemain terbaik, sekaligus top skor dengan mencetak 9 gol.
“Saya mulai karir sepakbola di SFC U-21. Hal yang paling saya ingat saat berhasil mempersembahkan juara ISL U-21 dan dapat gelar individu,” kata Rizky,, Selasa (23/2)

Bacaan Lainnya

Bertabur sukses di tim junior, pemain kelahiran 7 Maret 1992 ini mendapat kesempatan promosi ke tim senior. Tapi hanya berstatus pemain magang selama dua musim.

Berkat kerja keras, tekad yang kuat, dan kesabaran, Eki disodorkan kontrak permanen pada 2014. “Bisa dibilang saya bela SFC dari U-21 sejak musim 2008. Sampai sekarang masih bersama tim senior,” ujarnya.

Selama merintis karir di lapangan hijau, tak sekalipun ia berpaling ke klub lain. Baginya, SFC sudah ‘mendarah daging’. “Saya masih betah di sini. Sama sekali tidak jenuh, meski sudah lama membela SFC,” ujarnya.

Bahkan, pemilik postur 1.75 cm ini berkeinginan menutup karirnya di SFC jika memungkinkan. Banyak kenangan indah yang ia dapatkan di klub kebangaan masyarakat Sumatera Selatan itu.

Di SFC senior, kenangan paling indahnya saat berhasil menembus partai final Piala Presiden 2015. Tapi sayang, Rizky dan kawan-kawan gagal juara setelah menelan kekalahan 0-2 dari Persib.

Tapi kegagalan itu menjadi motivasi bagi SFC untuk tampil lebih baik di tiga turnamen berikutnya, Piala Gubernur Kalimantan Timur, Indonesia Super Compotition (ISC), dan Piala Bhayangkara.

Terlepas dari target juara yang ia canangkan, Rizky cenderung lebih fokus untuk masuk tim inti SFC. Itu tak mudah, lantaran Laskar Wong Kito disesaki pemain bintang.

Rizky harus bersaing dengan Alberto Goncalves, Airlangga Sucipto, Talouhu Abdul Musafri, Ridwan, dan pemain lainnya. Mereka pemain ternama dan berlabel timnas. Butuh kerja keras untuk mengalahkan mereka.

“Target pribadi saya menembus tim inti, banyak bermain buat menambah jam terbang. Bila sering dipercaya main, itu akan membuat kemampuanku kian terasah,” ucapnya. (dek)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.