Edi Nasapta Soroti Monopoli Pembayaran Samsat Babel, Usul Buka via Bank Lain dan Dompet Digital

Writer: - Selasa, 24 Juni 2025
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Edi Nasapta. (Sumselupdate.com/ Ist)

Pangkalpinang, Sumselupdate.com — Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Edi Nasapta, menyoroti ketergantungan Samsat Babel pada Bank Sumsel Babel untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Ia mengeluhkan sistem ini menghambat proses pembayaran dan menyulitkan masyarakat.

“Di Samsat Babel, kita hanya bisa membayar pajak kendaraan bermotor lewat Bank Sumsel Babel. Nah, di sinilah persoalannya. Untuk mempercepat proses Samsat, Samsat keliling, dan sebagainya, pembayaran PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) sebaiknya dibuka peluangnya kepada lebih banyak bank, terutama bank umum,” ungkap Edi Nasapta.

Read More

Kekhawatiran Edi Nasapta bukan tanpa alasan. Ia khawatir jika Bank Sumsel Babel mengalami error, masyarakat akan kesulitan membayar pajak.

“Kalau ada bank lain, transaksi lebih mudah. Jangan mengandalkan satu bank saja. Kalau Bank Sumsel Babel error, lalu kalau orang mau bayar lewat internet banking segala macam, kan susah, harus datang langsung, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Edi Nasapta menyarankan agar pembayaran pajak, termasuk PBB dan PDAM, dipermudah dengan sistem pembayaran digital.

“Orang lebih mudah sekarang ini melakukan transaksi online. Gimana kalau orang tidak mempunyai Bank Sumsel Babel? Artinya orang tersebut harus membayar cash, kan? Prosedurnya sulit, seharusnya cepat, tapi justru terhambat gara-gara mengutamakan Bank Sumsel Babel,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera membuka peluang bagi bank lain untuk menjadi mitra pembayaran pajak, termasuk melalui dompet digital seperti DANA dan GoPay.

“Jangan hanya mengandalkan Bank Sumsel Babel saja, harus ada keterbukaan. Jangan sampai Samsat Babel menjadi monopoli pembayaran. Kalau orang yang tidak punya rekening Bank Sumsel Babel jadi terhambat, contohnya orang yang punya rumah di Belitung, tiba-tiba di Pangkalpinang mau bayar, nggak punya rekening Sumsel Babel, kan susah. Kalau ada bank lain, kan bisa diutamakan dan tidak terhambat,” tambahnya.

Edi Nasapta bahkan berharap Bangka Belitung memiliki bank daerah sendiri.

“Saya berharap juga Bangka Belitung ini punya bank tersendiri, misalnya Bank Bangka Belitung,” tutupnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts