Dugaan Pungli Sertifikat Tanah, Kajari OKU Timur Mulai Melakukan Penyelidikan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Timur, mulai dari 6 Januari 2021 akan melakukan penyidikan terhadap dugaan kasus dugaan pungli dan korupsi.

Laporan: Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Timur, mulai dari 6 Januari 2021 akan melakukan penyidikan terhadap dugaan pungli dan korupsi, dalam pembuatan sertifikat tanah masyarakat melalui Kementrian Agraria dan Tata Ruang dan BPN.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Timur Akmal Kodrat, kepada wartawan mengatakan, penyidikan dugaan korupsi pada pembuatan sertifikat tanah warga ini berdasarkan surat nomor  01/L.6.21/Fd.1/01/22021 tanggal 6 Januari 2021.

“Untuk dugaan tindak pidana korupsi ini, terjadi di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang Timur, atas kasus pembuatan sertifikat tanah warga tahun 2016/2017. Untuk sementara kita sudah mendapat data awal terkait pungutan yang dilakukan oleh oknum ini,” ujar Kajari.

Dalam pembuatan sertifikat tanah tersebut, lanjut Kajari, yang seharusnya tanpa biaya atau gratis. Namun dalam prakteknya di lapangan warga diwajibkan untuk membayar Rp1,5 juta persertifikat.

“Pembuatan sertifikat tanah ini gratis atau kalaupun ada biaya maksimal Rp200.000, namun di lapangan warga diminta untuk membayar Rp1,5 juta,” tegas Kajari yang didampingi Kasi Pidsus Aci Jaya Saputra dan Kasi Intel Darmadi.

Sejauh ini lanjut Kajari, pihaknya memang belum menetapkan tersangka karena masih terus dilakukan penyidikan. Dalam pembuatan sertifikat tanah tersebut, total sebanyak 324 sertifikat telah diterbitkan dan pihak Kejari sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

“Untuk tersangka belum kita tetapkan, karena melibatkan berbagai pihak mulai dari pihak Kantor ATR/BPN hingga pemerintah daerah dalam hal ini pihak kecamatan dan dari pemerintahan desa. Pemanggilan saksi masih terus kita lakukan dan rencana ini hal ini akan dijadilan pilot project karena pungli sertifikat tanah ini juga banyak terjadi di tempat lainnya,” pungkas Akmal. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.