Muaraenim, Sumselupdate.com – Entah persoalan apa yang melatari dua remaja yang masih tinggal satu desa di Kabupaten Muaraenim, melakukan duel dengan senjata tajam hingga satu dari mereka meregang nyawa.
Korban tewas bernama Sangkut Aryansayah (18), warga Dusun VI, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim.
Remaja yang bekerja sebagai petani ini, menemui ajal setelah pisau masih tertancap di bagian pundaknya usai berduel dengan Edo Al Amin (17), warga dusun yang sama.
Dalam perkelahian tersebut, korban Sangkut tewas setelah sempat dilarikan ke RSU Kota Prabumulih.
Sedangkan Edo mengalami luka tusuk di bagian rusuk sebelah kiri dan mendapatkan perawatan intensif di RSU Kota Prabumulih.
Kapolres Muaraenim, AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Lubai, AKP Bustomi menerangkan, peristiwa berdarah yang terjadi pada Kamis (17/10), sekitar pukul 19.00.
Kasus ini bermula dari korban Sangkut sedang berada di toko milik Anang, warga desa yang sama.
Korban datang ke toko hendak membeli rokok. Namun tiba-tiba Edo memanggil korban untuk bertemu di samping toko tersebut.
Tanpa merasa curiga, Sangkut memenuhi panggilan Edo. Ketika keduanya telah berada di samping toko tersebut, terjadi keributan mulut antar-keduanya.
Belum diketahui pemicu cekcok mulut tersebut. Keduanya pun sempat berkelahi.
Perkelahian kian memanas setelah keduanya masing-masing mencabut pisau dari balik bajunya. Dalam hitungan detik keduanya terjatuh bersimbah darah.
Sangkut mengalami luka tusuk di bagian pundaknya hingga pisanya masih menancap. Sedangkan Edo mengalami luka tusuk di bagian rusuk sebelah kirinya.
Melihat keduanya terkapar mandi darah, Anang selaku pemilik toko bersama warga berupaya membawa korban ke RSU Kota Prabumulih.
Namun sayang sampai di rumah sakit, nyawa Sangkut tidak tertolong. Sedangkan Edo masih mendapatkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit tersebut.
“Saat ini kasusnya masih dilakukan penyelidikan,” kaya AKP Bustomi yang saat itu didampingi Kasubang Humas, AKP Arsyad. (lip)











