Dua Tahun Mudik Dilarang, Pengusaha Bus Terancam Gulung Tikar

Bus dilarang beroperasi membawa pemudik jelang lebaran Idul Fitri.

Pagaralam, Sumselupdate.com – Untuk kedua kalinya mudik Lebaran Idul Fitri dilarang, sejak 2020 lalu. Keputusan ini membuat pengusaha bus terancam gulung tikar.

Bahkan tahun ini pengusaha bus dilarang beroperasi sama sekali terhitung 6-17 Mei. Padahal, arus mudik dan balik Idul Fitri satu-satunya kesempatan untuk dapat mendapatkan keuntungan.

Bacaan Lainnya

Kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik dan bahkan bus membawa pemudik membuat pengusaha kendaraan bus dan travel mengalami kerugian yang cukup besar.

Ramadian, salah satu pengusaha bus di Kota Pagaralam menuturkan, surat edaran terkait kebijakan pemerintah buat seluruh pengusaha bus untuk tidak beropeasi telah diterima dan membuat pengusaha bus mengalami kerugian.

“Ya jelas merugi pak, sebab sudah dua tahun terhitung tahun ini arus mudik tidak dibolehkan. Dengan begitu jelas, kita tidak boleh beropeasi dan saya kira tahun ini bisa recovery, ternyata harus menahan pil pahit kembali,” ujarnya, Rabu (5/5/2021)

Ia menambahkan, karena hal ini bukan tidak mungkin usaha seperti ini dapat bangkrut atau gulung tikar, karena lebih besar pengeluaran ketimbang pemasukan.

“Harusnya, pemerintah jangan asal mengambil tindakan sepihak, yang mengakibatkan yang lain rugi. Harus ada kompensasinya bagi para pengusaha bus. Harusnya dipikirkan anak istri karyawan perusahan bus. satu perusahan bus saja bisa puluhan karyawan bahkan ratusan, harusnya dipikirkan,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.