Palembang, Sumselupdate.com – Dua anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel harus terbaring di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang setelah menjadi korban salah tembak oleh rekannya sendiri saat melakukan penangkapan pelaku begal di kawasan Dekranasda Jakabaring, Sabtu (11/2) lalu.
Keduanya yakni, Brigadir Kurniawan mengalami luka tembak pada bagian dada, sedangkan Brigadir Berry terkena tembakan di bagian kaki sebelah.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyatakan kondisi keduanya sudah mulai membaik setelah terjadi insiden salah tembak dan ia memastikan bahwa tembakan bukan berasal dari pelaku, melainkan dilakukan rekannya sendiri saat sedang melakukan penyergapan.
“Saya memang tidak menjawab selama ini karena psikologi perang. Kita sedang melawan begal, kalau diungkap adanya hal itu (dua anggota tertembak rekan sendiri) maka begal akan semakin merajalela, karena menganggap polisi sedang lemah,” ujarnya, Senin (13/2/2017).
Menurutnya hal itu terjadi karena pengejaran dilakukan pada malam hari, sehingga kondisinya gelap dan karena dalam penangkapan dilakukan sambil berlari. Dari penangkapan ini pihaknya mengamankan satu orang pelaku begal atas nama Sulaiman, sedangkan satu pelaku lain masih dalam pengejeran.
“Dalam waktu dekat, pelaku lainnya bisa ditangkap karena anggota sudah mengantongi identitas pelaku yang masih buron ini,” tegasnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetidjo Utomo menambahkan kejadian bermula ketika petugas melakukan pengejaran pelaku dengan menurunkan 12 anggota. “Satu pelaku yang tertangkap bernama Sulaiman, sedangkan satu pelaku lain masih buron. Saat ini, kami masih terus melakukan pengejaran,” imbuhnya.
Terlebih kata dia, pelaku kejahatan ini biasa beraksi lintas kabupaten, seperti Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang. Selain melakukan begal dan perampokan, pelaku juga sudah pernah melakukan tindak kekerasan lainnya. “Banyak laporan yang masuk tentang aksi pelaku. Serta satu pelaku lain masih dalam pengejaran,” tandasnya.
Setelah kejadian salah tembak itu, lanjut Prasetidjo, pihaknya akan melakukan pelatihan secara rutin termasuk memeriksa kelengkapaan operasi sebelum melakukan penggerebekan. “Kami akan berkoordinasi dengan Brimob untuk menggelar latihan. Pengecekan kelengkapan hingga pelatihan kecakapan. Kedepan akan lebih kita tingkatkan lagi agar kejadian serupa tak terulang,” kata dia. (tra)











