Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam menyoroti kinerja pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah.
Sorotan tajam para wakil rakyat ini menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait kurang maksimalnya pelayanan satu-satunya rumah sakit milik Pemerintah Kota Pagaralam tersebut.
DPRD Kota Pagaralam mendapat laporan masyarakat seringnya oknum dokter spesialis tidak berada di tempat di RS Besemah. Padahal ada pasien yang butuh penanganan gawat darurat.
Tidak stand by-nya dokter spesialis ini sangat disayangkan, padahal anggaran untuk dokter cukup besar dikeluarkan oleh Pemkot Pagaralam.
Bahkan, Pemkot Pagaralam telah menyediakan rumah dinas untuk dokter yang ada di lingkungan rumah sakit.
Ketua DPRD Pagaralam Jenni Sandiyah mengatakan, dirinya kembali mendapat laporan dari masyarakat yang salah satu keluarganya mengalami kecelakaan dan butuh penanganan cepat.
“Namun sayangnya dokter spesialis yang harusnya menangani pasien tersebut tidak ada di tempat dan tidak bisa dihubungi. Padahal pasien itu harus segera mendapat penanganan karena sudah tak sadarkan diri,” ujarnya.
Parahnya pasien harus menunggu beberapa hari agar bisa ditangani oleh dokter spesialis tersebut. Namun saat dokternya datang pasien malah langsung dirujuk.
“Jika memang hatus dirujuk kenapa tidak dari awal dibuatkan surat rujukan. Tapi malah pasien disuruh menunggu dokternya dulu. Ini menyangkut nyawa seseorang jadi bukan main-main,” katanya.
Padahal Pemkot Pagaralam telah mengeluarkan anggaran untuk dokter spesialis yaitu Rp20 juta per bulan dan rumah dinas.
Harusnya dokter dapat bertanggung jawab dan menjalankan kewajiban mereka dengan hak mereka yang sudah dianggaran cukup besar tersebut.
“Pemkot Pagaralam bayar mahal agar mereka bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat bukan sibuk dengan kegiatan masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala RSUD Besemah dr Yunita mengatakan, terkait adanya laporan masyarakat tersebut, pihaknya akan mengecek langsung rekam medis pasien tersebut.
“Kita akan cek dulu riwayat medis pasien yang bersangkutan. Karena jika masuk ke IGD maka akan ditangani dulu dokter jaga. Jika sudah ditagani nanti dokter jaga yang merujuk ke dokter beda. Kita juga akan melihat jadwal dokter bedah mana yang jaga saat pasien tersebut masuk pasalnya kita ada dua dokter spesialis bedah,” ungkapnya. (**)











