Ditunggu Istri, Anak, dan Cucu, Mukti Sulaiman Minta Dihukum Seringan-ringannya

Kuasa Hukum terdakwa Mukti Sulaiman, Iswadi Idris, SH, MH.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya kembali digelar dengan agenda pembelaan (pledoi) untuk dua terdakwa Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Hakim Abdul Aziz, SH, MH, Mukti Sulaiman membacakan pledoi secara virtual di PN Tipikor Palembang, Jumat (17/12/2021).

Read More

Pledoi terdakwa Mukti Sulaiman menyampaikan pembelaan secara langsung dan melalui kuasa hukumnya. Di mana berkas pembelaannya diberi Judul ‘Akhir Pengabdian PNS Mencari Keadilan’.

Pada pembelaan yang dibacakan langsung oleh dirinya, Mukti Sulaiman memohon pada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya.

“Atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum, tentu saya berharap banyak pada majelis hakim, kiranya dapat menjatuhkan vonis dengan seringan-ringannya. Karena secara manusiawi saya ditunggu oleh istri, anak, dan cucu untuk berkumpul kembali,” ujar Mukti Sulaiman dalam sidang.

Selain itu, mantan Sekda Pemprov tersebut mengatakan jika sebagai manusia dirinya selalu berdoa kepada Allah SWT agar dapat menjalani takdir yang jatuh kepadanya dengan tetap memohon perlindungan dan Ridho Allah SWT.

Sementara itu, dikonfirmasi pada Kuasa Hukum terdakwa Mukti Sulaiman, Iswadi Idris, SH, MH mengatakan, jika ada beberapa point-point yang disampaikan oleh pihaknya dalam nota pembelaan di hadapan majelis hakim tadi.

“Ada beberapa point yang kami sampaikan dalam nota pembelaan tadi yang di antaranya membebaskan terdakwa dari segala dakwaan primer dan subsider,” ujar Iswadi yang ditemui awak media usai persidangan.

Selain itu, Iswadi mengatakan pada pledoi tadi pihaknya berharap majelis hakim dapat melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, membebaskan terdakwa dari penahanan dan memulihkan harkat dan martabat terdakwa kepada keadaan semula.

“Kami sangat optimis jika majelis hakim dapat mengabulkan permohonan kami, agar klien kami dapat dibebaskan dari segala hukuman,” jelasnya. (ron)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.