Disebut Minta Uang ke Panwascam, Ketua Panwaslu Ogan Ilir: Itu Fitnah!

Kamis, 16 November 2017
Ketua Panwaslu Ogan Ilir, Idris.

Inderalaya, Sumselupdate.com – Menanggapi laporan soal adanya pengaduan dugaan uang pelicin Rp5 juta yang dibayarkan peserta usai dilantik sebagai Panwascam, Ketua Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir dengan tegas membantah dan menyebut bahwa hal itu adalah fitnah

“Itu tidak benar, fitnah, dari pada kita berbalas pantun di media, lebih baik kita akan jumpa pers. Kita akan hadirkan siapa-siapa yang disebut itu. Yang jelas tuduhan itu tidak benar,” tandasnya.

Read More

Seperti berita sebelumnya, Forum Mahasiswa Sumsel Peduli Demokrasi melakukan aksi demo menyampaikan aspirasi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel. Kedatangan mereka dalam rangka meminta Bawaslu mengusut adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan oknum komisioner Panwaslu Ogan Ilir kepada Panwascam untuk mengeluarkan SK dan pelantikan.

“Kami meminta Bawaslu mengusut tuntas pungutan liar tersebut atas pantauan dan bukti yang kami punya. Kami juga mengadukan hal ini secara resmi. Kami juga akan melaporkan kejadian ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) serta Polda Sumsel,” ucap Febri Zulian saat menyampaikan orasi di depan Sekretariat Bawaslu Sumsel, di Jalan OPI Raya Jakabaring, Kamis (16/11/2017).

Sikap dan tindakan tidak terpuji ini, lanjuta Febri Zulian, akan berdampak buruk bagi seorang pengawas dimana nanti mereka dianggap tidak Independen dalam menjalankan fungsi pengawasan, apalagi sumsel akan menghadapi pilkada Gubernur sebentar lagi.

“Dalam rekaman tersebut terungkap, Setiap Panwas dimintai uang 5 juta untuk mengeluarkan SK bahkan di terangkan dalam percakapan itu SK untuk Pilkada dan Pileg,” jelasnya.

Menurut koordinator aksi Febri, dengan adanya pungutan tersebut akan berdampak buruk bagi lembaga sekelas Panwas yang memiliki kekuatan begitu besar dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawas sesuai UU No 7 tahun 2017.

“Sekarang sudah memasuki tahapan Pilkada, Kita takutnya mereka nanti tidak Indepnden lagi dan mudah dibeli. Pilkada ini akan menjadi ajang bagi merek mencari keuntungan sendiri karena anggota Panwas merasa sudah mengeluarkan uang untuk jabatan ini,” tegas Febri. (udi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts