Dipicu Korsleting Charger Ponsel, Rumah Pengecer Gas di Kemuning Palembang Hangus Terbakar

Writer: - Rabu, 18 Juni 2025
Puing-puing rumah milik Siti Rukmini pasca-kebakaran hebat yang diduga dipicu korsleting listrik saat mencharger ponsel, Rabu (18/6/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Diaz Erlangga).

‎‎Palembang, Sumselupdate.com – Masyarakat perlu mewaspadai saat mencharger telepon genggam. Pasalnya, aktivitas mengecas ponsel bisa berakibat fatal jika tidak awasi.

Seperti yang dilami Siti Rukmini (60) yang kesehariannya berprofesi pengecer gas. Rumah panggungnya yang berada di Jalan Lomba Jaya III, Kelurahan 20 Ilir DII, Kecamatan Kemuning, Palembang, hangus terbakar gara-gara dipicu korsleting charger handphone.

Read More

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu (18/6/2025) sekitar pukul 09.20 WIB, mengakibatkan kediaman korban yang terbuat dari kayu, hangus dilalap si jago merah.

Tak hanya itu, peristiwa kebakaran ini menggegerkan Masyarakat, lantaran musibah ini terjadi di pemukiman padat penduduk di Kota Palembang.

Beruntung, kobaran api dapat segera dijinakkan, sehingga tidak merambat ke permukiman masyarakat lainnya.

Kapolsek Kemuning AKP Jailili, SH, MH mengatakan, petugas segera melakukan tindakan begitu mendapatkan laporan dari warga.

Menurut dia, dari hasil Olah TKP, kebakaran terbilang cukup besar lantaran rumah yang terbakar itu milik Siti Rukmini yang merupakan pengecer tabung gas.

Di mana saat kebakaran itu terjadi, ada sekitar 20 buah tabung gas 3 kilogram berada di dalam rumah korban.

‎‎AKP Jailili menyebut insiden kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik, di mana korban sempat mengecas ponselnya sebelum keluar rumah.

‎‎”Saat kejadian korban keluar rumah,  di mana sebelum korban meninggalkan rumah sempat mengecas HP di ruang tamu tepat di atas kulkas,” ucapnya.

‎‎Dari hasil keterangan korban, tak kurang dari 10 menit keluar rumah hanya untuk membayar gas yang diambil dari depot, sepulangnya dia kembali ke rumah, korban mendapati kediamannya sudah dikepung kobaran api cukup besar.

‎Kapolsek mengatakan, menurut keterangan saksi mata di Lokasi kejadian, percikan api pertama kali berasal dari jendela samping rumah korban.

‎‎”Melihat asap keluar dari rumah korban, saksi langsung berteriak dan memanggil ketua RT dan warga, sehingga masyarakat berhamburan keluar dan kurang lebih 10 menit kemudian, datang petugas damkar dengan 6 mobil langsung melakukan pemadaman,” kata AKP Jailili.

‎‎Kapolsek Kemuning memastikan dalam insiden itu tak menimbulkan korban, namun kerugian ditafsir mencapai Rp150 juta.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts