Dipicu Buang Air Besar di Celana, Balita Disiksa Bapak Kandung Hingga Tewas

Tersangka Manap yang menyiksa anaknya hingga tewas diamankan di Polres OKI.

Kayuagung, Sumselupdate.com – Sungguh tragis akhir hidup Rendi Pratama (3,5 tahun). Hanya gara-gara buang air besar di celana, nyawanya melayang di tangan bapak kandungnya.

Bocah tak berdosa itu menemui ajal setelah disiksa oleh ayahnya bernama Manap (30), warga jalur 1, Desa Cahya Bumi, Kecamatan  Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Bacaan Lainnya

Dari hasil visum, korban tewas setelah wajah dan tubuhnya mengalami luka lebam. Akibat perbuatan biadabnya, tersangka dijebloskan dalam tahanan Polres OKI.

Kasus berdarah ini bermula pada Sabtu (17/9) sekitar pukul 19.30, di mana tersangka Manaf baru saja pulang dari menyadap karet.

Diduga lelah, saat anak sulungnya memberitahu  kalau adiknya buang air besar di celana, Manaf terlihat kesal.

Bukannya mencebok tubuh anak kandungnya, pelaku justru naik pitam dan memuluki bagian wajah dan tubuh korban a berulang kali.

Tak sampai di situ, pelaku juga a memukul kaki korban menggunakan kayu.

Korban saat itu korban terus menangis dan merasa sakit hingga dini hari menjelang pagi. Besok paginya, sang anak kondisi tubuhnya melemah, selanjutnya ibu tiri korban Nuriyah membawa korban ke praktek dokter Wika  di Desa Bumiagung.

Lantaran lukanya cukup parah oleh dokter korban  dirujuk ke RSUD Kayuagung.

Dalam perjalanan ke rumah sakit korban sudah pingsan, pada pukul 16.00, Minggu (20/9) korban meninggal dunia di RSUD.

Kapolres OKI AKBP Amzona Pelamoni, didampingi Kapolsek Lempuing AKP Agus Irwantoro mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihak kepolisian Polsek Lempuing mendapat laporan dari warga tempat korban tinggal

Dari hasil laporan warga, korban ini meninggal tidak wajar lantaran sempat dipukul bapaknya.

Dari laporan itu langsung tindaklanjuti dan akhirnya menahan pelaku.

Dijelaskan Kapolres, tersangka memang dikenal tempramental. Pelaku sudah dua kali cerai dan memiliki satu anak dari istri kedua. Pernikahan yang ketiga memiliki satu anak tiri.

Tersangka dijerat tindak pidana kekerasan terhadap anak hingga  menyebabkan korban meninggal dunia sesuai dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 UU 35 tahun 2014 perubahan UU 23 tahun 2002 perlindungan anak.

Sementara itu, tersangka Manap mengaku baru satu kali melakukan pemukulan terhadap korban.

“Baru kali itulah aku mukul, kesal karena baru pulang istri ngomel sama anak berak di celana. Jadi aku marahi kenapa berak di celana,” ujar petani karet ini yang mengaku khilaf karena emosi.

Tersangka mengaku memukul anaknya menggunakan kayu kecil di bagian kaki, kemudian dia memukul menggunakan tangan kosong di bagian muka dan kepala.

”Kayu cuma saya pukulkan ke kakinya Pak pakai kayu kecil, kemudian saya tampar pakai tangan kosong di muka dan kepala,” aku pria yang sudah tiga kali menikah ini. (lip)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.