Dinkes Sumsel Imbau Warga Pagaralam Periksa Kesehatan Usai Konsumsi Daging Kucing

Writer: - Kamis, 11 September 2025
Delisa, warga Kota Pagaralam, tak kuasa menahan tangis bahagia setelah kucing kesayangannya, Moci, berhasil selamat dari aksi keji penjual daging kucing yang sempat membuat geger masyarakat. (Foto; Sumselupdate.com/Novrico Saputra/dok)

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagar Alam hingga kini belum menerima laporan masyarakat yang datang memeriksakan kesehatan usai mengonsumsi daging kucing. Padahal, imbauan agar warga segera melakukan pemeriksaan telah disampaikan sejak Senin (8/9/2025), menyusul hebohnya kasus jagal kucing yang dagingnya dijual kepada warga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat resmi ke Dinkes Pagaralam untuk mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan meminta warga yang sempat mengonsumsi daging kucing agar segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat.

Read More

“Dalam dua hari kemarin belum ada yang melapor atau memeriksakan diri ke faskes. Kita juga minta Dinkes Pagaralam untuk jemput bola,” ujar Ira, Kamis (11/9/2025).

Ira menegaskan konsumsi daging kucing berisiko menularkan berbagai penyakit berbahaya, mulai dari toksoplasmosis, infeksi parasit, hingga rabies. Risiko terbesar dialami ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran maupun cacat pada janin.

“Jika seseorang mengonsumsi daging kucing yang mengandung toksoplasma, dapat menyebabkan cacat janin dan keguguran. Pada orang dewasa bisa menimbulkan diare, kejang, ensefalitis, bahkan kematian,” jelasnya.

Selain toksoplasma, potensi penyakit lain yang bisa ditularkan dari kucing kepada manusia yakni skabies, infeksi cacing, salmonellosis, hingga rabies, meskipun risikonya lebih kecil dibandingkan gigitan anjing.

Untuk itu, Dinkes mengimbau masyarakat yang pernah mengonsumsi daging kucing agar segera memeriksakan kondisi kesehatannya, terutama jika mengalami gejala seperti diare cair, demam tinggi, nyeri perut, muntah berlebihan, atau kejang. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts