Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagaralam Sumatera Selatan Muhammad Brilian Aristopani, MSc menegaskan bahwa kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disumbang dinasnya merupakan yang terbesar di antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam.
Meskipun dirinya tidak merinci secara detail berapa besaran kontribusi PAD yang disumbang Dinas Pariwisata, namun Brilian menyebut lebih dari satu miliar rupiah.
“Untuk PAD Kota Pagaralam, Dinas Pariwisata menjadi penyumbang terbesar di antara OPD lainnya, di atas satu miliar rupiah per tahunnya,” jelas Brilian, saat dibincangi awak media diruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).
Ditambahkannya, PAD yang terkumpul didinasnya bersumber dari retribusi wisatawan yang memasuki kawasan wisata Perkebunan Teh Gunung Dempo yang jumlah rupiahnya belum dirinci, kontrak kerja sama dengan pihak ketiga beberapa aset kekayaan milik daerah yang dikelola Dinas Pariwisata seperti Hotel dan Villa Gunung Gare, Villa Eks MTQ dan Villa Besemah.
Untuk vila dan Hotel Gunung Gare dipatok kontrak Rp37 juta per bulan atau 444 juta rupiah pertahun, sedangkan untuk vila eks MTQ dibanderol 12 juta rupiah perbulan atau Rp144 juta per tahun dan Villa Besemah Rp16 juta per bulan atau 192 juta rupiah per tahunnya.
Sehingga, PAD yang disumbang Dinas Pariwisata Kota Pagaralam dari hasil pengelolaan kekayaan daerah pertahunnya sebesar Rp780 juta.
“Sumber PAD Dinas Pariwisata dari hasil pengelolaan aset dan kekayaan daerah seperti Hotel dan Villa Gunung Gare, Villa Eks MTQ dan Villa Besemah, total kontrak pertahun dengan pihak ketiga sebesar Rp780 juta. Untuk hasil retribusi masih kami hitung,” tambah Kadispar.

Ironisnya, untuk pencapaian tersebut Dinas Pariwisata harus merogoh kantong Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pagaralam cukup dalam. Pasalnya, untuk menarik minat pengunjung berwisata ke salah satu destinasi wisata terkemuka di Sumatera Selatan ini, mereka harus mengeluarkan biaya promosi tak sedikit.
Bertajuk penguatan promosi melalui media cetak, elektronik dan media lainnya baik dalam maupun luar negeri, tiap tahunnya Dinas Pariwisata harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp300 juta di tahun 2021 dan 226 juta rupiah lebih untuk tahun 2022.
Sementara untuk perbaikan atau rehab Villa Eks MTQ yang notabene berkontribusi 144 juta rupiah pertahun terhadap PAD, kembali Dinas Pariwisata harus merelakan APBD Kota Pagaralam Tahun Anggaran 2021 sebesar 2,4 miliar rupiah, yang histori lelangnya sudah raib disistem LPSE Kota Pagaralam tahun 2021.
“Ya itulah strategi bisnis, semua butuh pengorbanan dan biaya besar,” pungkas Muhammad Brilian Aristopani. (**)











