Malang, Sumselupdate.com – Sriwijaya FC harus menerima kenyataan berlaga di kasta kedua kompetisi Tanah Air musim depan. Hasil itu didapat setelah Laskar Wong Kito dikalahkan Singo Edan 1-2.
Bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (9/12/2018), Sriwijaya FC sebenarnya lebih menguasai jalannya pertandingan.
Terbukti di menit 25 Esteban Vizcarra membawa Sriwijaya unggul atas Arema FC yang bertahan hingga turun minum.
Namun Arema FC yang tak mau dipermalukan di kandang sendiri mencoba membalikkan keadaan. Hamka Hamzah dkk meningkatkan intensitas serangan di babak kedua.
Hingga sebuah insiden terjadi di menit 61 dalam kotak penalti Sriwijaya FC. Alan Henrique yang membayangi Dedik Setiawan dianggap melakukan pelanggaran karena Dedik terjatuh.
Wasit Novari Ikhsan Arilaha pun menunjuk titik putih. Gelombang protes datang dari pemain Sriwijaya FC yang menilai keputusan wasit tidak tepat.
Namun wasit bergeming. Makan Konate yang maju sebagai eksekutor sukses menundukkan Teja Paku Alam untuk menyamakan skor 1-1.
Usai skor disamakan Arema, permainan Sriwijaya FC menurun. Yuu Hyun-koo dkk tampak sulit keluar dari tekanan.
Alhasil di menit 83, Arema FC berbalik unggul. Gol Dedik Setiawan menjadi gol terakhir di laga itu sekaligus gol yang mengirim Sriwijaya FC ke Liga 2 musim depan.
Isak tangis pemain Sriwijaya pecah saat peluit panjang berbunyi. Mereka tak kuasa menahan kesedihan tim yang dibelanya harus menghadapi kenyataan degradasi.
Dengan hasil ini, Arema FC finish di peringkat 6 dengan 50 poin. Sementara Sriwijaya FC terdampar di posisi 17 klasemen akhir Liga 1 2018. Sriwijaya FC terdegradasi bersama PSMS Medan dan Mitra Kukar. (tra)











