Palembang, Sumselupdate.com – Usai meninjau sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir, Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menemui para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di halaman Kantor Gubernur, Selasa (17/9/2019) petang.
Di hadapan mahasiswa Herman Deru yang didampingi Kapolda Irjen Pol Firli Bahuri dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan meminta semua pihak untuk tidak mengiring opini dan saling menyalahkan dalam kasus kabut asap yang timbul akibat karhutla.
Justru yang paling penting saat ini lanjut adalah bagaimana cara menanggulangi karhutla yang telah terjadi agar tidak meluas.
“Yang terpenting sekarang bagaimana kita bekerja menghentikan kabut asap yang ditimbulkan karhutla ini. Yang bisa bantu silakan bantu. Kalau tidak bisa bantu minimal bantu dengan doa,” ajak Gubernur.
Deru menegaskan, dirinya secara pribadi juga tidak ingin kasus karhutla terus terjadi di Sumsel. Sebagai seorang pemimpin daerah lanjut dirinya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap wilayah dan masyarakat yang dibuktikan dengan bekerja secara maksimal.
“Kalau yang membakar manusia pasti ada tujuannya, untuk ditanami. Namun nyatanya ada lahan yang tidak dibakar, malah terbakar sendiri. Dari hasil kajian 90 persen karhutla karena oleh manusia, 10 persennya kita tidak tahu, inilah perlu kita selidiki. Kita juga tidak mau uang negara habis karena karhutla ini,” tambah Gubernur.
Lebih lanjut Gubernur mengucapkan terima kasih atas support yang diberikan mahasiswa yang telah bersedia duduk bersama mencari solusi terbaik dalam mengatasi karhutla di Sumsel.
“Sumsel ini milik kita bersama, jadi mari kita sama-sama mencari solusi. Jangan ini dijadikan sebagai lahan maling panggung. Sekarang saya ajak besok adik-adik mahasiswa semuanya untuk ikut berdoa dengan mengelar sholat istisqo berjemaah di Griya Agung,” ajak Herman Deru.
Terkait dengan tuntuan mahasiswa yang meminta pemerintah serius dalam menanggulangi karhutla dan meminta penegak hukum menangkap pelaku pembakaran terutama pihak korporasi yang diduga melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Gubernur menegaskan sanksi tegas akan diambil pihaknya jika sudah ada keputusan hukum tetap. “Jika sudah ada putusan hukum tetap dan terbukti melakukan pembakaran. Tegas di sini saya akan cabut izinnya,” tegasnya.
Sementara itu, sebelum menemui mahasiawa di halaman kantornya Gubernur didampingi Fokopimda meninjau lokasi karhutla di sekitar ruas tol Palembang-Inderalaya. Gubernur melihat dari dekat, lahan yang terbakar saat ini masih dalam tahapan penyelidikan oleh pihak berwajib.
Dia juga menyebutkan tingkat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang saat ini masih dalam tingkat standar berkisar 50-100 atau tidak berbahaya. Bahkan dia membantah adanya pemberitaan 200 ribu masyarakat Sumsel yang terpapar nfeksi Saluran Pernafasan (ISPA).
Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli menegaskan, segala upaya telah dilakukan Pemerintah berkerjasama dengan TNI dan Polri dalam menekan kasus karhutla di Sumsel.
“Sayang ingat betul tanggal 10 Juli yang lalu. Kita sudah menyebarkan maklumat bersama antara Gubernur, Pangdam dan Kapolda yang isinya larangan membakar hutan dan lahan. Jika ini dilanggar maka ada sanksi hukumnya,” tegas Kapolda.
Hal senada juga diungkapkan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menambahkan cuaca panas merupakan faktor utama terjadinya karhutla di Sumsel.
“Sampai saat ini kendala yang kita hadapi pertama cuaca panas, sehingga lahan yang kering sangat mudah terbakar,” tutup Pangdam. (rel)











