Dianggap Unik, Kemensos Dalami Kasus Nenek Jawo

Jumat, 28 Juli 2017
Tim Kemensos RI berbincang dengan Nenek Jawo di Polresta Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Harni alias Nenek Jawo (61) sudah menhalani tes psikologi beberapa hari lalu, namun pihak kepolisian masih menunggu hasilnya yang belum keluar. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menghuni sel tahanan, Kasus Nenek Jawo masih menyorot perhatian.

Bahkan beberapa perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI didampingi petugas Dinsos Kota Palembang dan Dinsos Sumsel datang ke Polresta untuk melihat keadaan Nenek Jawo sekaligus melakukan diskusi, Jumat (28/7/2017).

Read More

Nenek Jawo tak menapik sudah melakukan perbuatan tak senonoh terhadap Ar (13) yang tak lain merupakan anak angkatnya sendiri dan saat ini menurut Nenek Jawo dirinya hanya terpikir dengan kondisi suaminya.

Betapa tidak, sejak dirinya berada di dalam sel, hanya suaminya yang setia menjenguk dan mengantarinya pakaian dan handuk. “Saya sayang kepada Ar, tapi tetap menggap sebagai cucu,” kilahnya.

Meski berusaha mengelak saat ditanya profesinya sebelum menjadi tukang urut, Nenek Jawo mengaku kalau dirinya suka ke eks Teratai Putih. “Dulu saya sering ke sana mencari bapak (suaminya-red),” ucapnya.

Nahar, Direktur Rehabilitasi Anak Kementerian Sosial RI menambahkan. Pihaknya sudah menerima laporan dimana di Sumsel, ada kejadian dugaan anak terperangkap dalam satu perbuatan yang melanggar hukum dan diduga pelakunya nenek-nenek.

“Kami ingin memastikan lagi apakah benar dan apakah berdampak pada psikologi korban,” sambungnya seraya menyebut setelah kehadiran pihaknya, pun akan melakukan langkah bersama upaya rehabilitasi sang anak.

Terlepas dari itu, pelakunya sendiri sedang dalam proses hukum dan sudah masuk berkasnya dan tinggal tunggu persidangannya. “Namun nenek memang mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi dan ingin kembali ke kakek,” jelasnya.

Pihaknya pun mencoba mencari tahu kenapa sang Nenek nekat melakukan perbuatan tersebut. “Tadi kita sudah berbincang-bincang dengan Nenek,” tambahnya. Sang nenek pun sudah dilakukan tes psikologis namun masih menunggu hasilnya.

Terkait apakah ada gangguan khusus dan lainnya. “Nanti berdasarkan rekomendasi petugas itu akan jadi bahan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu pula, pihaknya menegaskan justru yang menarik kejadian seperti ini yang kedua kali di Indonesia dan semuanya berada di wilayah Sumsel, yakni kisah Slamet dan Nenek Rohaya.

“Kedua-duanya pun berlokasi di Sumsel, kita ingin tahu kenapa, apakah karena masyarakat nya atau ada apa,” tandansnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts