Jakarta, sumselupdate.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Diah Nurwitasari mengatakan, keuntungan bisnis PT Pertamina (Persero) jangan cuma bagi-bagi deviden setiap tahun. Tapi juga untuk pembaharuan infrastruktur PT Pertamina.
“Tragedi kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara beberapa hari lalu bukan pertama kali. Dari setiap kali kejadian, tidak pernah disampaikan ke masyarakat hasil investigasi yang dilakukan,”ujar Diah di Media Center DPR RI Jakarta, Kamis (9/3/2023).
Menurut Diah, jarak Balongan dengan Plumpang sekitar 221 kilo meter. Sepanjang itu pula tertanam pipa aliran minyak. DPR RI secara kelembagaan tidak tahu pengamanan pipa aliran minyak itu seperti apa.
Pipa yang ditanam sudah cukup tua, karena Depo Pertamina Plumpang dibangun tahun 1970. Dan harus harus diaudit juga.
Mengingat signifikannya dampak dari kebakaran Depo Pertamina Plumpang, lanjut Diah, sangat mungkin DPR RI membentuk panitia khusus (Pansus). Peristiwanya bisa dipahami sebagai kecelakaan. Tapi harus dicari penyebab kecelakaan. Karena itu harus diinvestigasi.
“Masalah tidak akan selesai hanya dengan copot direksi, karena pengawasan oleh Komisaris PT Peramina juga bisa dinilai gagal,” katanya.
Pengamat Tata Kota Yayat Supriana menilai merevitalisasi kawasan Depo Pertamina Plumpang jauh lebih bermanfaat dibanding merelokasi Depo Pertamina.
Bangun Rusun dan lengkapi dengan infrastruktur publik seperti pasar, rumah sakit dan pendidikan.
Dikatakan, posisi Depo Pertamina di kawasan Plumpang sangat strategis. Kalau dipindah, pasti memunculkan masalah baru.
Dia menambahkan,tahun 1974, PT Pertamina diberi HGU seluas 153 hektar. Yang dipakai dan diurus Pertamina cuma 72 hektar. Sisa 81 hektar ditelantarkan, aset negara dibiarkan Pertamina, karena perencanaan tidak matang.
“Akan lebih baik dan efisien kalau kawasan Plumpang direvitalisasi. Biaya juga lebih kecil. Saatnya buat wajah Tanjung Priok yang manusiawi,” tegasnya.
Yayat menjelaskan, Pertamina punya dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan cukup besar. (duk)











