Di PALI, MOS Tidak Dilarang

PALI, Sumselupdate.com – Meskipun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan telah resmi melarang Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang dilakukan oleh pelajar Namun di Bumi Serepat Serasan, hal tersebut masih diperbolehkan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs. Abu Hanifah kepada sejumlah media.

Bacaan Lainnya

Menurut mantan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten PALI mengatakan bahwa tidak semua kegiatan MOS itu negatif, dan ada banyak sisi positifnya.

“Kita tidak melarang adanya MOS ataupun MPLS, asal jangan dilakukan oleh siswa senior, melainkan oleh guru pengajar. Dan ini dapat mencegah adanya kekerasan fisik atau perploncoan senior terhadap murid baru, serta tidak ada yang akan melakukan tindakan yang cenderung berbahaya,” ungkapnya, Kamis (21/07/2016)
Abu menambahkan bahwa kegiatan MOS tersebut bisa membangun karakter mandiri para siswa.

“Disiplin sudah tentu wajib dilakukan setiap kalangan apa lagi siswa baru. Mereka harus bisa melalui proses kenaikan jenjang dari tingkat sebelumnya baik itu dari SD ke SMP maupun SMP Ke SMA,” imbuhnya
Oleh karenanya, pihaknya akan terus memantau seluruh sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

“Kita terus mengawasi dan memantau setiap kegiatan terutama MOS atau MPLS, agar dapat mencetak generasi penerus yang handal. Dan kita siap menerima laporan dan menindak tegas apabila ada sekolah yang melakukan kekerasan fisik terhadap siswa baru,” sambungnya.

Disinggung mengenai anjuran menteri Baswedan yang mengharuskan orang tua mengantar anaknya pada hari pertama sekolah, Abu Hanifah mendukung anjuran itu.

“Kita dukung itu, namun jangan setiap hari karena anak bisa manja apabila hal itu sering dilakukan. Kalau di PALI hari (Kamis,21/07) ini ada beberapa sekolah SMA yang mengadakan kegiatan MOS, namun untuk proses belajar mengajarnya dimulai Senin nanti,” jelasnya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 2 Unggulan Talang ubi, Irwansyah SPd MSi, menuturkan jika pihaknya menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Ia mengklaim, bahwa itu semua telah disesuaikan dengan peraturan menteri pendidikan dan arahan dari dinas Pendidikan PALI.

“Ini bukan MOS lagi, Tapi MPLS dan sudah sesuai dengan aturan Menteri Baswedan dan arahan dari dinas pendidikan kita. Kita melibatkan para pengurus OSIS, dan hampir seluruh Guru dan Staf TU disekolah SMA N 2 Unggulan ini,” ungkapnya saat dibincangi awal media, kemarin (21/07).

Irwansyah juga menambahkan, bahwa kegiatan yang dilakukan selama tiga hari ini hanya dilakukan dalam lingkungan sekolah dan sepenuhnya diawasi oleh para guru pendamping, sedangkan siswa yang termasuk dalan pengurus OSIS hanya sebagai koordinator pelaksanaan saja.

“Kita lihat dari seragam SMP yang masih mereka gunakan (siswa barus, red), tidak ada yang aneh dan mengolok-ngolok, dan saya juga berani menjamin tidak akan ada tindakan pembullyan dan perploncoan yang dilakukan seniornya. Karena ini hanya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, dan penekanan kemampuan siswa untuk bisa kreatif dijenjang lebih tinggi lagi,” tutup Irwansyah. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.