Di PALI, Harga Daging Ayam Tetap Tinggi

tampak Ibu-ibu sedang melakukan jual beli di pasarbaru pendopo

PALI, Sumselupdate.com – 12 hari pasca lebaran, harga beberapa komoditas di pasar tradisional Kota Pendopo Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih melambung tinggi. Seperti harga daging ayam.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini dari Pasar Baru Pendopo, harga daging ayam 1 kg sebesar Rp. 35.000,- s/d Rp. 36.000,-. Harga tersebut sama seperti harga ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Padahal, harga daging ayam sebelumnya hanya berkisar Rp. 25.000,- s/d Rp. 27.000,- per kilogramnya.

Kondisi ini membuat masyarakat kota Pendopo gusar untuk mengatur keuangan dan belanja kalangan ibu rumah tangga.

“Susah dek, dari bulan kemaren dak turun-turun hargonyo. Padahal sudah habis lebaran, tapi masih bae dk berubah,” tutur Hani (35), warga Talang Pipa, Senin (18/7).

Tidak hanya itu, Sri salah satu pedagang nasi mengeluhkan tetap tingginya harga daging ayam dan beberapa komoditas lainnya.

“Tidak tega dek naik hargo, soalnyo kasihan samo pembeli kalau nak naekke hargo ayam penyet satu porsi. Jadi yo, mau dak mau kito untung dikit dek, yang penting tetap laris,” keluh Sri.

Sementara itu, Dedek tokoh masyarakat Kota Pendopo mengaku tidak stabilnya harga daging ayam saat ini lebih disebabkan karena faktor permintaan yang masih meningkat.

“Wajar, karena masyarakat Pendopo pasca lebaran banyak melaksanakan hajatan atau pesta. Sehingga permintaan masih tetap tinggi. Sedangkan di sisi lain, stok daging ayam di kalangan pedagang masih terbatas,” ujar Dedek.

Menurutnya, pemerintah kabupaten PALI harus segera cepat menyelesaikan masalah tersebut.

“Ini sangat urgen, karena pasca lebaran belum penurunan harga di pasar tradisional kota Pendopo. Ditakutkan, ada oknum yang bermain. Oleh karena itu, Pemkab PALI harus segera melakukan tindakan agar tidak lagi merasa gusar, dengan harga yang tetap tinggi,” tukas Dedek. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.