Korupsi Lahan LPU Baturaja, Pencairan Rp1 Miliar Cukup Dengan Surat Kuasa

Tiga pegawai BRI cabang Baturaja yang dihadirkan sebagai saksi.
Palembang, Sumselupdate.com – Tiga pegawai BRI cabang Baturaja yang dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan mark up pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Baturaja 2012 di Pengadilan Tipikor Klas IA Khusus pada PN Palembang, Senin (18/7).
Membenarkan adanya pencairan uang senilai Rp1 miliar milik terdakwa Hidirman dan hanya membawa surat kuasa dari Hidirman. Dengan kata lain, bukan Hidirman langsung yang melakukan proses pencairan.
Serta ketiga saksi juga menyatakan sekali tidak bertanya langsung dengan Hidirman perihal pencairan uang tersebut. Lantaran salah satu saksi sudah kenal dengan Hendra, selaku pihak penerima kuasa dari Hidirman.
“Hendra teman suami saya. Jadi, saat dia datang, saya langsung mengarahkannya ke bagian pencairan uang,” kata saksi Endang.
Selain proses pencairan yang tidak didatangi langsung oleh Hidirman, ketiga saksi ini juga membenarkan adanya penggantian buku tabungan milik Hidirman, dikarenakan buku tabungan yang lama hilang.
Bahkan, proses penggantian buku tabungan ini juga hanya disaksikan oleh Hendra dengan membawa surat kuasa dari Hidirman. Namun Ketika ditanya tim jaksa apakah prosedur seperti ini diperbolehkan, ketiga saksi tidak bisa menjawab.
Ternyata keterangan ketiga saksi ini cukup menarik perhatian majelis hakim yang diketuai Saiman. Di sela-sela memberikan pertanyaan, Saiman mengatakan bahwa proses pencairan uang di BRI diakuinya cukup sulit.
Meski yang mengambil adalah pemilik tabungan sesungguhnya, masih dibutuhkan serangkaian proses untuk memastikan identitas yang sudah dikantungi pihak BRI. Apalagi, uang yang dicairkan oleh Hidirman dengan jumlah yang tidak sedikit.
“Anak saya pernah mencairkan uang karena kuasa dari saya. Tapi malah saya disuruh datang langsung oleh pihak BRI. Lah, ini kok sama sekali tidak ditanya pemilik tabungan dan cuma modal surat kuasa bisa cair dengan jumlah sebesar itu. Apa yang membuat Hidirman seakan dispesialkan oleh BRI,” kata Saiman.
Sementara itu saksi Hendra yang dikuasakan mencairkan uang Hidirman menuturkan dirinya tidak memiliki hubungan keluarga dan menganggap Hidirman adalah teman dekatnya sejak kecil.
Dirinya mau dikuasakan mencairkan uang dikarenakan pada saat itu Hidirman mengaku sedang sakit dan sama sekali tidak menerima uang setelah menjalankan kuasa dari Hidirman.
“Saya ini kerja kontraktor, namun tidak ikut dalam pengadaan lahan TPU Baturaja. Saya kenal dengan suami ibu Endang dan langsung diantar ke bagian pencairan,” tutur Hendra.
Dalam perkara ini keempat terdakwa, yakni mantan Sekda OKU Umirtom, mantan Asisten 1 OKU Ahmad Junaidi, Kadinsos OKU Najamudin, dan seorang pemilik tanah bernama Hidirman naik ke persidangan setelah penyidikan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumsel.
Dari proyek Dinas Sosial OKU tahun 2012 ini diduga terdapat perbedaan harga dari tanah yang dibeli dengan harga yang dilaporkan. Sehingga menimbulkan kerugian negara. (pto)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.