Baturaja, Sumselupdate.com – Sedikitnya ada delapan titik jalur ramai lalu lintas yang rawan longsor. Empat diantaranya akan dilakukan penjagaan lokasi yang sudah mengalami longsor yang rawan kecelakaan.
Diantaranya, jalan longsor, di Banuayu Kecamatan Baturaja Timur, Ogan IV, Batuputih pusar Kecamatan Baturaja Barat dan ruas jalan lintas yang ada di daerah kecamatan Pengandonan.
Hal itu diungkapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kadishub OKU, Firmansyah, Rabu (15/6).
“Selain akan menyiagakan petugas, kami juga akan memasang spanduk dan rambu-rambu agar pengguna jalan berhati-hati. Tujuan tidak lain untuk kenyamanan pemudik atau pengguna jalan serta mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” tegas, Firman menegaskan empat titik ada di dalam kota dan selebihnya di luar pusat kota Baturaja.
Lebih dari itu kata Firmansyah mereka juga akan menyiagakan derek untuk membantu kemungkinan terjadinya kecelakaan.
“Derek kita ada satu unit ini akan disiagakan. Saya kira satu derek cukup, sebab dari Muaraenim diperbatasan Baturaja-Muaraenim juga menyiagakan derek,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat untuk pemantapan pos simpatik atau pos pam mereka akan melakukan rapat bersama, pihak kepolisian, Dinas Kesehatan, Dishub dan instansi terkait lainnya.
“Titik-titik pos simpatik belum ditetapkan. Namun jika merujuk dari tahun-tahun sebelumnya pos simpatik atau pos pam ada di depan kawasan Ramayanan dan pusat-pusat keramaian dan lalulintas lainnya.
Untuk pastinya nanti setelah rapat bersama dengan instansi terkait. Yang jelas saat ini kita masih melakukan persiapan-persiapan,” tegasnya.
Anggota DPRD OKU, Yudi Purna Nugraha SH saat dibincangi di ruang kerjanya, untuk menjaga ketertiban lalulintas dan keamanan arus mudik menjelang lebaran, mengharapkan peran aktif pemerintah dan instansi terkait. Tentunya diharapkan melakukan pejagaan di titik-titik rawan kecelakaan dan tindak kejahatan.
“Dengan demikian pengguna jalan atau pemudik bisa nyaman dan aman saat melintas,” harapnya.
Mengenai insfrastruktur sekarang ini, kata Yudi tentunya kita tidak bisa menyalahkan pemerintah dalam hal ini dinas terkait. Sebab arus jalan ini merupakan jalan negara.
“Kita tidak bisa memaksakan jalan bisa bagus kalau anggarannya sendiri belum ada. Terlebih jalan lintas ini merupakan jalan negara,” katanya.(Yan)











