Palembang, Sumselupdate.com – Seorang pelaku percobaan pencurian sepeda motor di depam Pasar 10 Ulu, Juwandi (32) warga Jl KH Azhari, Lrg Keramat, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I meregang nyawa.
Sebelumnya tersangka sempat menjadi bulan-bulanan warga dan pedagang pasar yang memergoki aksi pada Minggu (29/4), sedangkan rekan tersangka berinisial Ag berhasil meloloskan diri.
Tersangka menghembuskan napas terakhir setelah sebutir peluru tim buser Polsek SU I bersarang di tempurung kaki kanannya tembus ke belakang akibat tersangka mencoba kabur saat petugas berupaya melakukan pengembangan guna mencari pelaku lain.
Selain itu, dugaan lain penyebab tewasnya tersangka yang juga berprofesi sebagai penjual ikan di Pasar KM5 ini lantaran penyakit asmanya kambuh sehingga saat itu tersangka anfal dan nyawanya tak dapat lagi diselamatkan.
Informasi yang dihimpun, aksi percobaan pencurian sepeda motor yang dilakukan tersangka dan Ag ini dilakukan ketika kondisi Pasar 10 Ulu dalam keadaan ramai, saat itu ia mengincar sebuah sepeda motor yang diparkir di depan pasar.
Aksi tersangka yang mencoba mencuri motor menggunakan kunci T ini diketahui salah seorang warga yang kebetulan tengah melintasi di lokasi, tak ayal saat itu juga tersangka menjadi bulan-bulanan warga.
Tendangan, pukulan termasuk dengan menggunakan kayu menghujami tubuh tersangka sebelum akhirnya oleh petugas keamanan Pasar 10 Ulu mengamankan tersangka sembari menunggu kedatangan petugas Polsek SU I.
Beberapa saat setelah itu, personel Polsek SU I tiba di lokasi dan mengevakuasi tersangka yang saat itu kondisinya lemah dan mengeluarkan darah di beberapa bagian tubuhnya akibat di massa.
Oleh petugas, saat itu korban digiring menuju Polsek SU I namun sebelumnya sempat diminta mencari keberadaan barang bukti kunci T dan tersangka Ag yang berhasil kabur.
Namun, pada saat diminta menunjakkan barang bukti tersangka berupaya kabur dengan terpaksa petugas memberikan tindakan tegas dan terukur dengan mengarahkan tembakan yang diarahkan ke kaki kanan hingga membuat tersangka tersungkur ke tanah.
Sebelum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel nyawa tersangka yang saat itu asmanya kambuh tak dapat diselamatkan.
Meski begitu, kematian tersangka ini dianggap ada kejanggalan oleh keluarga, hal ini disampaikan Dedi kakak kandung tersangka ditemui di rumah duka.
Menurut Dedi, pihak keluarga baru mendapatkan kabar dari aparat Polsek SU I sekitar pukul 16.00 setelah tersangka tewas dan jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara, makanya keluarga bergegas menyusul.
“Kami kaget karena katanya sebelum diamankan di Polsek kondisi dia sehat, memang dia ada riwayat penyakit asma, tapi kami tetap tidak puas dan mempertanyakan kenapa sampai dia bisa meninggal,” ucap Dedi, Senin (30/4/2018). (pto)











