Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan fokus memprioritaskan terhadap upaya penyelasaian pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) terhadap daerah tertinggal atau daerah pemekaran baru, seperti di daerah ujung perairan.
Kepala Biro Pemerintahan, Pemerintah Provinsi Sumsel Edward Candra, Selasa (30/8) siang mengatakan beberapa daerah tertinggal dan pemekaran baru menjadi prioritas pihaknya, dalam mendukung program pusat yakni memaksimalkan perekaman pembuatan e-KTP.
Menurutnya, selain fokus di kabupaten/kota yang sudah maju, kabupaten pemekaran baru, seperti Musi Rawas Utara (Muratara), juga menjadi perhatian serius pemerintah karena di sana masih tergolong banyak masyarakat yang belum merekam e-KTP.
“Di kabupaten daerah tertinggal seperti Musirawas Utara masih banyak yang belum melakukan perekaman KTP elektronik, sehingga kita optimalkan dengan beberapa pendekatan diantaranya melalui program jemput bola” katanya.
Lebih lanjut ia menegaskan, Kabupaten Musirawas Utara memang dinyatakan pemerintah pusat sebagai daerah tergolong tertinggal sehingga pelayanan seperti perekaman KTP elektronik harus diutamakan. Begitu pula kabupaten lainnya yang baru dimekarkan.
“Berdasarkan data yang diterima pihak kami, sekitar 34 persen masyarakat di daerah Muratara masih belum merekam KTP elektronik, tapi kami yakin melalui program ini data tersebut sudah berkurang,” urainya.
Lebih lanjut ia mengatakan, semua pihak yang terkait harus memberikan pelayanan maksimal supaya masyarakat di daerah, terutama di Muratara, semuanya bisa memiliki KTP elektronik.
Sehingga program Pemerintah pusat yang memberikan tenggat pembuatan atau perekaman e-KTP paling lambat akhir September 2016 bisa tercapai.
“Waktu yang sangat singkat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memaksimalkan pelayanan. Kegiatan ini akan terus kita pantau perkembangannya untuk mengantisipasi adanya hambatan,” katanya.
Kepada petugas kecamatan, Edwar juga meminta agar hambatan yang dialami masyarakat secepatnya bisa ditanggapi dan dicari solusinya supaya tenggat waktu yang hanya satu bulan tersebut bisa dimaksimalkan. (adi)











